Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 05.48 WIB

Rocky Gerung Sebut Tanpa Polisi Jalan Raya Menjadi Arena Brutalisme, Bagaimana dengan Parung Panjang?

Akademisi Rocky Gerung di Rakernis Korlantas Polri. (Istimewa). - Image

Akademisi Rocky Gerung di Rakernis Korlantas Polri. (Istimewa).

JawaPos.com - Pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan pandangannya tentang peran penting polisi di jalan raya.

Menurut pria yang kerap vokal melakukan kritikan pada pemerintah itu, polisi, dan jalan raya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ketika jalan raya dipisahkan dengan polisi atau tidak ada polisi yang mengatur jalan raya, maka jalan hampir dapat dipastikan akan semrawut. 

"Jalan raya pada dasarnya bukan milik polisi, namun tanpa polisi jalan raya dapat berubah menjadi arena brutalisme," ujar Rocky Gerung.

Apa yang disampaikan Rocky Gerung tersebut sangat relevan dengan situasi yang terjadi di Parung Panjang selama bertahun-tahun semrawut. Hal itu karena petugas kepolisian tidak selalu standby di jalan utama Parung Panjang.

Akvitis sekaligus konten kreator Ronald Aristone Sinaga atau akrab disapa Bro Ron mengungkapkan, absennya petugas kepolisian dalam mengatur jalan di Parung Panjang karena polantas di Polsek Parung Panjang jumlahnya hanya ada 2 orang.

"Di Polsek Parung Panjang hanya memiliki 2 orang polantas. Bayangkan sebegitu banyak trafik, ramai, hanya ada dua orang," kata Bro Ron.

Menurut Bro Ron, jumlah truk setiap harinya yang melintas di Parung Panjang jumlahnya kurang lebih 3.000 truk. Belum lagi kendaraan roda dua dan roda empat dari masyarakat umum.

Kurangnya penjagaan oleh kepolisian mengakibatkan jalan utama Parung Panjang menjadi liar dan tidak terkendali. Truk-truk tambang melintas dengan sesuka hati di luar jam operasional truk yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Bogor Nomor 56 Tahun 2023.

Untungnya keruwetan di Parung Panjang kini mereda dengan adanya sanksi dijatuhkan Gubernur Jawa Barat melarang truk tambang beroperasi sampai para pengusaha tambang bersedia untuk mematuhi aturan. 

Dedi Mulyadi sengaja menghentikan sementara aktivitas pertambangan untuk memastikan jalan utama Parung Panjang dan sekitarnya yang sedang diperbaiki tidak rusak hanya dalam hitungan bulan. Seperti yang terjadi pada sejumlah perbaikan jalan di Parung Panjang sebelumnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore