
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi keynote speaker dalam seminar nasional bertajuk "Water Governance Toward Global Cities". (IST)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal polemik relokasi pedagang Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Meski mendapat penolakan dari pedagang, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap menyiapkan lahan baru sebagai lokasi relokasi.
Pemprov DKI Jakarta sendiri tengah mempercepat pembangunan Sentra Fauna Jakarta di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sebagai pengganti penjual hewan di Barito. Fasilitas ini diklaim bukan sekadar pasar hewan, melainkan juga pusat edukasi fauna dan UMKM modern yang ramah keluarga.
"Yang (pedagang pasar) Barito Bismillah, nanti mau (direlokasi)," ujar Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (30/9).
Diketahui, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI meninjau ulang rencana pemindahan para pedagang. Anggota Komisi C DPRD DKI sekaligus penasihat Fraksi PSI, August Hamonangan, telah menyurati Gubernur DKI terkait keberatan tersebut.
Surat bernomor 455/MK/F-PSI/2025 tertanggal 17 September 2025 itu berisi permohonan agar relokasi ke Lenteng Agung ditunda, karena lokasi baru dinilai belum siap.
"Kami telah mengirimkan surat kepada Mas Pram yang berisikan keluhan teman-teman pedagang di Pasar Burung Barito. Para pedagang menolak untuk dipindahkan ke lokasi baru di Lenteng Agung karena tempatnya di sana juga masih belum siap," ujarnya, Selasa (30/9).
Menurut August, Pasar Burung Barito bukan sekadar pasar biasa. Tempat ini sudah menjadi ikon Jakarta dan dikenal hingga ke mancanegara.
"Selain itu, Pasar Burung Barito juga sudah menyandang status ikonik. Karenanya, banyak pelanggan, baik dari dalam maupun luar negeri datang ke sana untuk membeli keperluan peliharaan burungnya," ucapnya.
Ia khawatir, jika pasar dipindahkan, para pedagang akan kehilangan pelanggan setia mereka.
"Jika pasarnya dipindahkan, maka tidak dikhawatirkan pedagang-pedagang di sana kehilangan pelanggan karena para pembeli tidak familiar dengan tempat barunya," sambungnya.
Dalam surat tersebut, August juga menyinggung Pergub Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Taman. Ia menilai keberadaan Pasar Burung Barito justru sejalan dengan fungsi taman sebagai ruang kegiatan UMKM.
"Berdasarkan Pasal 18 Ayat (1) huruf (g) Pergub No.49/2021, salah satu fungsi taman adalah untuk pelayanan UMKM. Dalam kasus ini, para pedagang di Pasar Burung Barito merupakan bagian dari UMKM itu yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan dukungan dari Pemprov DKI untuk terus berusaha di dalam atau sekitar kawasan taman," jelasnya.
August memastikan surat tersebut sudah diterima oleh Biro Kepala Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta pada 18 September 2025.
"Terakhir saya cek, surat tersebut sudah diterima oleh Biro Kepala Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta. Saya harap suratnya bisa sampai kepada Mas Pram dan Mas Pram selaku gubernur mengambil langkah-langkah yang sebagaimana mestinya," ujarnya.
August menekankan pentingnya keberpihakan Pemprov DKI terhadap para pedagang kecil, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
