Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 22.14 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung Minta Jasa Marga Tanggung Jawab Pasca Kemacetan Parah Dampak Penutupan GT

Jasa Marga melanjutkan perbaikan gerbang tol di Tol Dalam Kota, penutupan dilakukan secara bergantian untuk pemulihan pasca kerusuhan. (ist)

JawaPos.com-Kemacetan parah terjadi di Jakarta pada Rabu (24/9). Utamanya di jalur lalu lintas yang dekat dengan gerbang tol dalam kota. Di antaranya, Jalan Gatot Subrotodan Sudirman, Jakarta Pusat. Banyak pengguna jalan yang terjebak kemacetan hingga larut malam. Kondisi itu terjadi karena penutupan Gerbang Tol (GT) Dalam Kota Jakarta tersebut.

Terkait hal itu, Gubernur DKI Pramono Anung mengatakan, dirinua sangat menyesalkan kejadian tersebut. Dia mengakui, kondisi itu merupakan dampak penanganan yang relatif lambat terhadap GT yang terbakar pasca kericuhan yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

“Jadi, kemarin itu memang ada perbaikan di pintu (GT, Red) Semanggi 1 dan Semanggi 2. Memang saya sendiri juga menyesalkan itu terjadi. Karena penanganan yang cukup lama, kemudian mengakibatkan kemacetan kemana-mana,” terang Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/9).

Sebagai pemimpin di Jakarta, Pramono mengaku sangat fokus untuk menangani kemacetan di ibu kota. Oleh karena itu, dia meminta kepada pengelola GT tersebut, dalam hal ini Jasa Marga, untuk bertanggung jawab.

“Dan untuk ini, secara khusus kami akan meminta kepada Jasa Marga yang memang bertanggung jawab untuk itu. Jangan sampai kemudian ini terjadi kembali,” tegas Pramono.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyatakan, Pemprov DKI sangat memantau penyebab-penyebab kemacetan di Jakarta. Hal itu karena dia ingin kemacetan horor di beberapa ruas jalan Jakarta, bisa teratasi dengan baik.

“Karena bagi Jakarta sekarang ini kemacetan itu betul-betul saya akan memantau secara langsung,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Pramono juga menyebutkan, Jakarta masih terus memantau aktivitas lalu lintas di Jakarta. Utamanya penyalahangunaan saat berkendara. Tidak terkecuali, penggunaan sirine “Tato Tatot wuk wuk” ataupun penerobosan koridor busway, utamanya Koridor 13 yang dibangun khusus bus Transportasi Jakarta (TJ). Memang, baru-baru ini  viral di media sosial kendaran plat merah melintasi koridor 13 TJ tersebut.

“Ya kalau saya tahu pasti akan saya suruh stop (kendaraan plat merah). Enggak boleh sekarang ini orang semena-mena untuk misalnya menggunakan “Tatot tatot wuk wuk”, kemudian menggunakan jalur busway dan sebagainya. Dan ini pasti di- bully-lah oleh publik,” kata Pramono.

Menurutnya, dengan kemajuan teknologi, akan sangat mudah menemukan pemilik kendaraan yang melanggar saat berlalu lintas di Jakarta. “Eranya sudah digital, sehingga orang dengan sangat gampang untuk mengetahui. Dan saya berdoa mudah-mudahan yang menggunakan pelat merah itu ketahuan,” kata Pram. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore