
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan keterangan pers saat meninjau pengerukan kali Sepak di Jakarta, Senin (26/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Kematian tragis seorang siswa SMKN 34 Jakarta Pusat diduga akibat lubang jalan di Matraman memicu reaksi dari Gubernur DKI Jakarya Pramono Anung. Ia menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan kini tidak boleh lagi ditunda-tunda, meski cuaca buruk masih melanda ibu kota.
Dinas Bina Marga diminta untuk segera melakukan pengaspalan di titik-titik rawan tanpa harus menunggu musim kemarau.
"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Binamarga karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti," ujar Pramono, Senin (9/2).
Pramono mengklaim bahwa tim di lapangan sudah bergerak masif untuk melakukan penambalan. Namun, ia juga memberikan catatan mengenai ketahanan aspal di tengah cuaca ekstrem.
"Sehingga kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup. Walaupun kemudian ketika hujan akan mohon maaf pasti sebagian ada yang terbongkar kembali," tambahnya.
Kronologi Kecelakaan Maut di Matraman Raya
Kecelakaan maut ini menimpa seorang pelajar berinisial A pada Senin (9/2) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat tengah berkendara menuju sekolah, sepeda motor yang dikemudikannya menghantam lubang yang cukup dalam di ruas Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.
Benturan keras tersebut membuat korban yang merupakan siswa kelas 11 jurusan Teknik Mesin ini terpental ke aspal. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan bantuan medis.
Saksi mata di lokasi, Ardi, menyebutkan bahwa situasi jalanan sebenarnya sedang sepi saat insiden terjadi.
"Kondisi jalan sepi, enggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak saja (korban)," ungkap Ardi.
Buruknya kualitas aspal dan bekas tambalan yang tidak rata di kawasan Matraman ternyata sudah lama dikeluhkan warga. Menurut Ardi, lokasi tersebut memang menjadi titik rawan kecelakaan.
"Sudah sering sih, mungkin karena tembelan ini ya, agak rawan," jelasnya.
Kecelakaan ini sempat menyebabkan kemacetan parah dari arah Jatinegara menuju Senen. Pengguna jalan lain, Ilham, awalnya mengira kemacetan disebabkan oleh proyek perbaikan, namun ternyata karena proses evakuasi jasad korban.
"Saya pikir ada perbaikan jalan atau apa ya, ternyata pas lewat ada orang tergeletak," kata Ilham. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022