Ratusan warga berunjuk rasa di depan Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jumat (21/3). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan rencananya akan segera diresmikan pada 24 September 2025. Namun, kekhawatiran warga sekitar soal bau tak sedap kembali mencuat.
Meski Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkali-kali memastikan keamanan fasilitas tersebut, warga tetap waswas. Bau sampah yang menyengat dianggap bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
Menanggapo itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menegaskan agar Pemprov DKI memastikan alat-alat penghilang bau di RDF Plant Rorotan berfungsi optimal.
"Kembali kami ingin mengingatkan agar pengoperasian RDF Rorotan yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat jangan sampai mengganggu kenyamanan warga," ujar Bun Joi, Senin (22/9).
Bun mengakui Jakarta memang tengah menghadapi persoalan sampah yang sudah masuk tahap kronis. Namun, ia mengingatkan agar solusi ini tidak menimbulkan masalah baru.
Ia meminta agar DLH memastikan bahwa alat-alat yang dipasang untuk menghilangkan bau tidak sedap dan mencegahnya keluar ke wilayah pemukiman warga sudah dapat berfungsi secara optimal.
"Tak bisa dipungkiri bahwa Jakarta membutuhkan solusi terhadap masalah sampah yang sudah menggunung ini. Namun, RDF Plant Rorotan jangan malah menambah masalah baru dengan terciptanya suatu kondisi di mana kehidupan para warga di sekitarnya terganggu oleh bau yang ditimbulkan dari sana," ungkapnya.
Ia berharap kehadiran RDF benar-benar membawa manfaat ganda. Yakni, menyelesaikan persoalan sampah sekaligus menjaga kenyamanan warga sekitar.
"Kami ingin fasilitas RDF Plant ini berjalan dan mengolah sampah yang dihasilkan oleh warga Jakarta. Tapi, di satu sisi, juga dengan memastikan penduduk-penduduk di sekitarnya dapat hidup dengan tenang tanpa diganggu oleh pemandangan asap hitam pekat dan bau tak sedap seperti kemarin-kemarin," lanjutnya.
Legislator PSI itu juga mengingatkan bahwa perangkat yang digunakan di RDF Plant Rorotan bukan sembarangan. Apalagi, proyek tersebut menelan biaya konstruksi sebesar Rp1,28 triliun lebih, yang bersumber dari APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2024.
"Sehingga, ketika sudah dipasang, maka harus dapat berfungsi semaksimal mungkin untuk menghilangkan bau sampah yang dahulu menyebar ke lingkungan di sekitarnya," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
