Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juni 2025 | 05.58 WIB

Jelang Idul Adha 1446 H, Gubernur Pramono Turunkan Ratusan Juleha dan Dokter Hewan, Pastikan Tidak Ada PMK

Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi penampungan hewan di Kantor Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/6). (Istimewa) - Image

Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi penampungan hewan di Kantor Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/6). (Istimewa)

JawaPos.com — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengerahkan ratusan Juru Sembelih Halal (Juleha) dan tenaga kesehatan hewan untuk memastikan penyembelihan kurban berjalan aman dan sesuai syariat. Ia memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Pramono menuturkan, sedikitnya terdapat 69.000 ekor hewan kurban yang akan disembelih di Jakarta. BUMD Perumda Dharma Jaya sendiri menyiapkan 1.200 ekor untuk disembelih.

"Dan kami juga menurunkan Juru Sembelih Halal (Juleha) sebanyak 300 orang. Selain itu, ada 90 dokter hewan yang dikoordinasikan, sehingga Jakarta sudah sangat siap menyambut Iduladha dan sama sekali tidak ada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," ujar Gubernur Pramono saat meninjau langsung lokasi penampungan hewan di Kantor Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/6).

Tahun ini Jakarta juga menerima 31 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto. Sapi-sapi tersebut akan didistribusikan ke berbagai wilayah di ibu kota.

Gubernur Pramono juga mengimbau para pedagang hewan kurban agar mengutamakan kebersihan dan kesejahteraan hewan.

"Mudah-mudahan pelaksanaan Idul kurban besok berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan di lapangan," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menyatakan telah menyiapkan langkah konkret untuk mengelola limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan. Koordinasi intens dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan petugas PPSU di tingkat kelurahan.

"Kami akan berkoordinasi dengan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kelurahan agar limbah tersebut segera dibuang ke tempat yang telah ditentukan. Selain itu, darah hewan sebaiknya segera disiram dan diberikan karbol atau disinfektan lainnya agar tidak mencemari lingkungan," terang Hasudungan.

Pemeriksaan hewan kurban pun dilakukan secara ketat. Hal ini untuk mengantisipasi penyakit berbahaya dan memastikan daging kurban aman dikonsumsi warga.

Sebanyak 581 tenaga pemeriksa kesehatan hewan dan daging diterjunkan. Mereka terdiri dari petugas Dinas KPKP, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jakarta, mahasiswa IPB, hingga koas Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Pemeriksaan dilakukan hingga H+3 Iduladha atau akhir hari tasyrik.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore