Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 16.31 WIB

Legislator PDIP Dukung Operasi Antipremanisme untuk Hadirkan Rasa Aman Warga Jakarta

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, mengimbau upaya pemberantasan aksi premanisme di Jakarta. (Istimewa). - Image

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, mengimbau upaya pemberantasan aksi premanisme di Jakarta. (Istimewa).

JawaPos.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, mengimbau upaya pemberantasan aksi premanisme di Ibu Kota harus dilakukan secara konsisten. Hal itu penting, agar masyarakat benar-benar merasakan kenyamanan dan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

"Harus dilakukan terus-menerus, jangan hanya satu minggu ramai, lalu hilang lagi. Premanisme ini persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan tumbuh subur di tengah masyarakat," kata Hilda kepada wartawan, Selasa (20/5).

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut, pemberantasan aksi premanisme merupakan tugas dan kewenangan aparat keamanan, khususnya kepolisian, dan tidak bisa dilakukan oleh masyarakat sipil. Ia mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang menggelar Apel Siaga Anti Premanisme.

Hilda juga menyoroti akar persoalan yang membuat praktik premanisme sulit diberantas, seperti adanya dukungan atau bekingan dari kelompok tertentu, termasuk oknum organisasi masyarakat.

"Segala bentuk premanisme harus diberantas tuntas, siapapun pelakunya, meskipun merasa punya backup. Negara tidak boleh kalah oleh ketakutan," tegasnya.

Ia meminta aparat penegak hukum, termasuk Satpol PP, untuk turun langsung ke lapangan dan tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat.

"Kalau petugas keamanannya enggan bertindak atau justru membiarkan, bagaimana masyarakat bisa merasa aman? Ini menyangkut rasa keadilan dan kenyamanan warga," sambungnya.

Hilda menekankan, premanisme tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berdampak pada iklim investasi. Hal itu juga sebagaimana dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, yang menyebut bahwa operasi anti premanisme bertujuan menciptakan situasi kondusif dan iklim investasi yang stabil di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Operasi anti premanisme ini digelar sejak 9 Mei hingga 23 Mei 2025, dengan pendekatan hukum yang komprehensif, didukung intelijen yang akurat, serta langkah preemtif dan preventif yang terukur.

Hilda berharap, operasi ini tidak hanya menjadi aksi sesaat, tetapi menjadi bagian dari gerakan jangka panjang untuk membersihkan Jakarta dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan berbasis kekuasaan jalanan.

"Jakarta harus jadi kota yang ramah, aman, dan beradab. Premanisme tidak boleh punya ruang di sini," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore