
Ilustrasi kebakaran. Dok JawaPos
JawaPos.com - Seorang warga dilarikan ke rumah sakit dalam insiden kebakaran hebat di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/1). Kebakaran itu telah menghanguskan 543 rumah dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
"Hanya ada satu orang yang mengalami sesak napas dan sudah dibawa ke rumah sakit Medistra," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi kebakaran, Selasa (21/1).
Susatyo menjelaskan, saat ini petugas pemadam masih melakukan upaya pendinginan guna memastikan tidak ada lagi api yang berpotensi kembali membesar.
Di sisi lain, sejumlah petugas juga turut membantu warga mengevakuasi barang-barang milik warga yang selamat dari ganasnya si jago merah.
"Untuk dugaan (penyebab kebakaran) dan lain-lain nanti kami sampaikan menyusul. Saat ini semua masih memproses evakuasi termasuk juga barang-barang milik dari rumah-rumah yang terbakar, sang pemilik masih kami lakukan bantuan-bantuan dan juga masih menutup ruas jalan di sekitar TKP," terangnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, kebakaran terjadi sejak pukul 00.35 WIB. Pemadaman baru dilakukan 10 menit setelah kejadian diketahui.
"Proses lokalisir dilakukan mulai 05.29 WIB dan proses pendinginan mulai pukul 06.00 WIB. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik," ujarnya, Selasa (21/1).
Akibat kebakaran itu sebanyak 11 RT dengan 607 KK dan 1.797 jiwa terdampak. Ribuan orang itu kini telah mengungsi ke Mushola Al-Hasanah dan Masjid Baiturrahman yang berada di dekat lokasi kebakaran.
"Sedang ditangani oleh 34 Unit Damkar, TRC BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Personil PSKB/Tagana Dinsos, Personil Polsek dan Personil Koramil," jelasnya.
Sejumlah kebutuhan logistik bagi pengungsi pun telah disalurkan. Diantaranya, air mineral 360 dus, makanan siap saji 1.797 porsi, selimut 1.797 pcs, mukena 900 pcs dan sarung 1.797 pcs. Kemudian, Family Kit 1.797 pcs, Kidsware 900 pcs dan paket Sandang 1.797 pcs.
"Estimasi kerugian masih dalam pendataan," ucap Isnawa.
