
Warga hadiri Bang Doel Sapa Warga di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4). (Istimewa)
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno blusukan ke Kampung Wisata Eduwisata Bhinneka, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari program "Bang Doel Sapa Warga" untuk membedah persoalan krusial yang selama ini menghambat pembangunan di tingkat lokal.
Mulai dari carut-marut status kepemilikan tanah, masalah hunian rumah susun, hingga urgensi akses air bersih dan pengelolaan sampah menjadi topik utama yang diserap langsung oleh Rano Karno dari warga.
Pendekatan jemput bola ini dilakukan agar pemerintah dapat memetakan kondisi riil di lapangan. Rano Karno menegaskan bahwa setiap masukan warga telah diseleksi berdasarkan aturan dan kewenangan masing-masing perangkat daerah agar penanganan menjadi efektif.
Baca Juga:Jadwal Tim Uber Indonesia! Harus Berani Sejak Awal, Hadapi Kanada Pada Laga Pembuka Hari Ini
"Melalui ‘Bang Doel Sapa Warga’, kami akan memastikan seluruh aspirasi warga ditindaklanjuti secara terkoordinasi, termasuk terkait isu aset, layanan air bersih (PAM), penanganan kawasan kumuh, serta keberatan warga terhadap PBB/NJOP rumah susun, dengan tetap mengacu pada mekanisme dan kewenangan yang berlaku," ujarnya.
Status Lahan Menjadi Kendala Utama
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah ketidakjelasan status lahan di Kebon Kosong. Rano menjelaskan bahwa tumpang tindih aset antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sekretariat Negara (Setneg) membuat perbaikan infrastruktur di tujuh RW terhambat.
"Maka, ini harus segera kita rapatkan, karena ada tujuh RW yang merasa Musrenbang tidak berjalan efektif akibat status lahan yang belum jelas. Jika lahannya bukan milik kita, kita tidak bisa langsung melakukan perbaikan. Itu mekanisme pemerintahan yang harus kita patuhi. Namun, ini akan kita koordinasikan dan coba bantu carikan solusinya,” paparnya.
Selain soal lahan, Rano juga menyoroti nasib warga di rumah susun milik Perumnas. Warga mempertanyakan beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta masa pengelolaan hunian yang akan berakhir pada 2026.
Daftar Keluhan Warga Kebon Kosong
Dalam pertemuan tersebut, warga dari RW 001, 002, 004, 005, 006, 008, dan 013 menyampaikan daftar panjang kebutuhan mendesak. Keluhan tersebut meliputi:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022