Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 13.42 WIB

IGA 2024, Pemprov DKI Jakarta Pamerkan Inovasi Deteksi Kanker Leher Rahim dan UMKM

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi melihat penerapan sarapan bergizi gratis di SDIT Al Ihsan, Kebagusan, Jakarta, Kamis (24/10/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 
JawaPos.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memaparkan inovasi unggulan DKI Jakarta dalam Innovative Government Award (IGA) 2024, di Ruang Sidang Utama, Gedung A, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (28/10) kemarin. 
 
IGA merupakan penghargaan tahunan dari Kemendagri kepada Pemerintah Daerah atas inovasi di bidang peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan.
 
Pj. Gubernur Teguh menuturkan, secara umum, Jakarta terus mengalami kemajuan melalui pertumbuhan ekonomi yang saat ini mencapai 4,78 persen. Kemudian, tingkat pengangguran terbuka turun sebesar 0,5 persen, realisasi investasi triwulan II tahun 2024 berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 34,05 triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 27,99 triliun.
 
 
Penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,3 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat hingga mencapai 83,55.
 
"Kami telah melakukan upaya terpadu dalam menguatkan ekosistem riset dan inovasi mulai dari penerbitan regulasi, penguatan lembaga organisasi, sampai dengan penyediaan ruang bagi para inovator, melalui Future City Hub, Jakarta Innovation Awards (JIA), dan Jakarta Innovation Days (JID)," ujar Teguh.
 
Teguh menjelaskan, yang menjadi fokusnya saat ini ialah meningkatkan pelayanan publik dan menyelesaikan tantangan perkotaan, terutama aspek perizinan dan kesehatan. Penguatan aspek ini dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai inovasi, baik digital maupun non-digital.
 
 
Pada 2024, Jakarta memiliki 241 inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan daerah, dan inovasi lainnya yang terkait urusan pemerintahan daerah. Inovasi unggulan Jakarta pada 2024 dalam kategori digital adalah Gerai Memulai Usaha serta kategori non-digital adalah CEK DAN SADARI.
 
Teguh menyebut, inovasi ini dapat memangkas proses birokrasi, memberi kemudahan akses, dan menyediakan informasi yang relevan untuk memulai usaha baru. Sehingga, turut mendorong peningkatan jumlah usaha baru pada triwulan IV tahun 2023 sebesar 627,14 perseb atau sebanyak 376.067 pelaku usaha dan pertumbuhan realisasi investasi Jakarta sebesar 29,82 persen dengan nilai Rp 166,7 triliun.
 
"Inovasi Gerai Mulai Usaha juga telah dilengkapi dengan aplikasi pendukung, yaitu Portal Investasi Berbasis Spasial untuk memudahkan pelaku usaha memilih lokasi usaha yang diinginkan dan peruntukannya sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta," tambahnya.
 
 
Sedangkan dari sektor kesehatan, Jakarta menawarkan inovasi CEK DAN SADARI. Program itu merupakan inovasi non-digital untuk meningkatkan capaian deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di Provinsi DKI Jakarta. 
 
Inovasi ini telah direplikasi di tiga wilayah, yaitu Puskesmas Kecamatan Senen, Cilincing, dan Tambora.
 
"Inovasi ini memberikan pelayanan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Test secara mobile tanpa harus datang ke puskesmas dengan memanfaatkan mobil hibiscus, motor anyelir, serta mobil ginekologi," terang Teguh.
 
Program itu telah meningkatkan capaian IVA Test dari 5,4 persen menjadi 16,56 persen di Kecamatan Senen. Serta berhasil  mendeteksi pra-kanker sebanyak 139 wanita.
 
“Penilaian IGA 2024 ini nantinya dapat menjadi pemantik semangat bagi kami mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” ucap Teguh.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore