Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2024, 16.45 WIB

Pendukung RK Bawa APK ke Ruang Debat Bikin Ricuh, Begini Kata KPU

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono menyampaikan visi-misi pada debat kedua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Min - Image

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono menyampaikan visi-misi pada debat kedua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Min

 
JawaPos.com - Pada debat kedua Pilkada DKI Jakarta sempat terjadi keributan antara masa pendukung nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono dengan pasangan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno, di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/10/2024). 
 
Dimana masa pendukung Pramono-Rano memprotes pendukung RK-Suswono lantaran membawa alat peraga kampanye (APK) ke dalam ruang debat. Padahal, telah terdapat aturan yang melarang masa pendukung membawa APK ke dalam ruang debat.
 
APK yang dimaksud ialah sejumlah poster bertuliskan program RK-Suswono, seperti 1 Juta lapangan kerja, dokter keliling, dan lainnya.
 
 
Pendukung Pramono-Rano kemudian menegur pendukung RK-Suswono terkait APK tersebut. Hal itu menyebabkan terjadinya cek cok antar kedua massa pendukung meski siaran langsung di sejumlah televisi swasta telah dimulai. Moderator pun sampai menenangkan suasana ricuh tersebut. 
 
Terkait hal itu, Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata mengaku tidak melihat secara langsung kericuhan tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama dengan pasangan calon maupun Liaison Officer (LO) paslon.
 
"Nanti coba kami evaluasi lagi bersama pasangan calon, sama LO pasangan calon, yang pasti kami sebenarnya punya komitmen bersama untuk menjaga ketertiban forum," ujar Wahyu di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/10/2024).
 
 
Wahyu berharap, pada debat selanjutnya massa pendukung lebih tertib dalam menaati segala aturan yang berlaku. Sehingga, tidak terjadi bentrok antar massa pendukung dalam hal apa pun.
 
"Jadi kalau memang tadi ada yang membawa alat peraga atau apa pun nanti kami coba lihat kembali, tentu saja nanti kami akan melakukan koreksi terhadap proses yang ada. Mudah-mudahan yang debat selanjutnya bisa lebih kondusif," jelas Wahyu.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore