JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta sedang menyusun grand design Pengelolaan Ruang Laut Terpadu. Penyusunan diperkirakan rampung pada akhir November 2024.
"Saat ini masih proses penyusunan. Dan ditargetkan selesai akhir November 2024," ujar Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati saat dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (16/10).
Ia menjelaskan, grand desain diperlukan untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari sumber daya laut sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sejalan dengan visi ekonomi biru yang berkelanjutan.
Proyek ini muncul sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh wilayah perairan Jakarta, seperti konflik pemanfaatan ruang, degradasi lingkungan, dan kurangnya kebijakan yang terintegrasi.
Grand Design Pengelolaan Ruang Laut Terpadu menawarkan solusi melalui pengelolaan ruang laut yang lebih baik dengan pendekatan zonasi, memastikan keseimbangan antara aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Ekonomi biru mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Melalui pengelolaan ruang laut yang terpadu, kami ingin menciptakan manfaat ekonomi yang merata untuk masyarakat pesisir, tanpa merusak sumber daya alam yang ada,” ucap Suharini.
Grand design ini akan mengatur pemanfaatan wilayah laut dengan penataan ruang yang jelas untuk berbagai kegiatan. Seperti perikanan, konservasi, pariwisata, dan energi terbarukan.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi tumpang tindih kepentingan di ruang laut dan memaksimalkan potensi ekonomi yang ramah lingkungan.
Grand design tersebut juga akan mengatur penggunaan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk memantau kondisi ekosistem laut dan memastikan bahwa ruang laut dimanfaatkan sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan.
Teknologi ini akan memungkinkan DKPKP Provinsi DKI Jakarta memantau kesehatan lingkungan laut, sehingga dapat mengambil tindakan cepat dan tepat jika ditemukan masalah.
“Teknologi GIS akan membantu kami dalam menyusun peta zonasi ruang laut yang lebih akurat dan mendukung pengelolaan yang lebih efisien. Dengan demikian, aktivitas ekonomi, seperti pariwisata laut atau perikanan, bisa berjalan berdampingan dengan upaya konservasi,” terang Suharini.
Grand desain ini juga menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kontribusi yang lebih besar dari sektor ekonomi biru terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.
Suharini menyebutkan bahwa dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir hingga 20 persen dan memperluas lapangan kerja di sektor kelautan.
Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan perbaikan ekosistem laut.
"Melalui pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan, kami ingin Jakarta menjadi kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” kata Suharini.
Suharini memastikan akan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyusun grand desain. Baik dar pemerintah pusat, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat pesisir. Kolaborasi multisektor ini diharapkan dapat mempercepat implementasi grand design dan memaksimalkan dampak positifnya bagi semua pihak yang terlibat.
“Kami percaya bahwa keberhasilan grand design ini sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat. Oleh karena itu, kami terus membangun kemitraan dengan berbagai stakeholder untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan,” tutur Suharini.