
Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Direktur Utama PDJT Lies Permana Lestari meresmikan 28 bus Biskita Transpakuan di Halte Cidangiang, Rabu (15/12). Pemkot Bogor/Antara
JawaPos.com – Jika di Jakarta terdapat transportasi umum berbasis Bus bernama Transjakarta, tak kalah dengan Jakarta, Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor juga memiliki moda transportasi umum berbasis bus juga. Moda transportasi umum ini bernama BisKita Trans Pakuan, atau yang sering dikenal dengan Trans Pakuan.
Pada awalnya, BPTJ atau Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor menginisiasi adanya transportasi massal di wilayah Bogor. Sehingga dari inisiatif ini dibentuk layanan transportasi umum dengan nama BisKita Trans Pakuan, yang didanai dengan skema Buy The Service.
Pada November 2021, BPTJ dan Pemerintah Kota Bogor resmi melakukan Soft Launching moda layanan Trans Pakuan, dan pada masa uji coba ini, penggunaan Trans Pakuan masih digratiskan. Namun, penggunaan kartu uang elektronik atau E-Money tetap diwajibkan. Peluncuran ini juga awalnya hanya dilaksanakan pada Koridor 5 saja yakni rute Terminal Ciparigi - Stasiun Bogor.
Trans Pakuan sendiri merupakan angkutan massal berbasis BRT atau Bus Raya Terpadu, dimana bus akan berhenti pada halte atau pada Bus Stop. Namun, yang membedakan operasionalnya dengan Transjakarta yang ada di Kota Jakarta, Trans Pakuan beroperasi tanpa jalur khusus.
Pada awalnya, moda layanan Trans Pakuan diproyeksikan akan memiliki 6 koridor dengan 49 bus yang akan diluncurkan secara bertahap. Pemerintah Kota Bogor, memberlakukan konsep untuk Trans Pakuan ini, yakni konsep 1 bus sama dengan 3 angkutan kota (angkot).
Pada pengoperasian nya, Trans Pakuan beroperasi dengan jadwal jalan mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB malam. Namun, dari 6 koridor yang diproyeksikan akan beroperasi, sampai saat ini, hanya ada 4 koridor yang benar-benar beroperasi.
4 koridor BisKita Trans Pakuan yang beroperasi antara lain adalah koridor 1, koridor 2, koridor 5, juga dengan koridor 6.
Melansir dari bptj.dephub.go.id, Koridor 1 merupakan koridor yang melayani rute dari Terminal Bubulak – Cidangiang. Koridor 2 beroperasi dengan rute Terminal Bubulak – Ciawi via Cidangiang. Koridor 5 Trans Pakuan beroperasi dengan rute Terminal Ciparigi – Stasiun Bogor. Dan pada Koridor 6 Trans Pakuan melayani rute Parung Banteng – Air Mancur bogor.
Namun, pengelolaan dan subsidi untuk mendukung keberlanjutan dari moda transportasi umum dari Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan berakhir pada tahun 2024, setelah itu muai 2025 pengelolaan dan subsidi akan dialihkan ke Pemerintah Kota Bogor.
Hal ini juga memiliki dampak perubahan pada operasional Trans Pakuan, pembiayaan yang awalnya menggunakan dana dari Kementerian Perhubungan dengan skema Buy The Service, maka akan dialihkan menggunakan APBD Pemerintah Kota Bogor.
Selain itu, mulai 2023 BisKita Trans Pakuan mulai memberlakukan tarif Rp4.000 bagi penumpang biasa, dan bagi penumpang lanjut usia, serta pelajar akan dikenakan tarif khusus yakni Rp2.000. Serta usulan untuk menambahkan 2 koridor lagi, yakni koridor 3 dan koridor 4 juga ditolak oleh Kementerian Perhubungan melalui BPTJ.
Namun demikian, Trans Pakuan telah menjadi moda transportasi yang diandalkan oleh banyak masyarakat di wilayah Bogor. Trans Pakuan di wilayah Bogor telah memberikan dampak bagi masyarakat untuk memudahkan mobilisasi dengan menggunakan konsep yang telah diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bogor yakni 3 angkot dalam 1 bus.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
