Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 April 2024 | 00.21 WIB

Lepas Pemudik, Sekda DKI Minta Tak Bawa Sanak Saudara yang Tak Punya Kemampuan Saat Balik ke Jakarta

ILUSTRASI:Pemudik berdiri di depan bus saat mengikuti program Mudik Gratis DKI Jakarta Tahun 2023/1444 H di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/4/2023). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww - Image

ILUSTRASI:Pemudik berdiri di depan bus saat mengikuti program Mudik Gratis DKI Jakarta Tahun 2023/1444 H di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/4/2023). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww

JawaPos.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Joko Agus Setyono meminta agar para pemudik tak membawa sanak saudara yang tak memiliki kemampuan untuk mengadu nasib di Jakarta. Hal itu ia sampaikan saat melepas 12 ribu orang yang mengikuti program Mudik Gratis dari Pemprov DKI Jakarta. 

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jakarta yang mudik saat kembali nanti agar tidak mengajak sanak keluarga atau tetangga untuk mengadukan nasibnya di Jakarta tanpa memiliki kemampuan kerja dan persiapan yang memadai," ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/4).
 
Bila dipaksakan tetap membawa sanak saudara yang tak punya kemampuan ke Jakarta, Joko menyebut bahwa hal itu hanya akan mempersulit diri mereka sendiri. Mulai dari masalah akses kerja hingga administrasi kependudukan.
 
 
"Pertimbangkan resiko yang akan mereka hadapi seperti kesulitan memenuhi persyaratan administrasi pendudukan, akses terhadap pekerjaan, serta menemukan tempat tinggal yang layak dan tetap," ucapnya. 
 
Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Justin Adrian meminta masyarakat yang hendak datang ke Jakarta harus memiliki keahlian ataupun keterampilan (skill) sebagai bekal mencari pekerjaan. Hal itu sehubungan dengan urbanisasi yang kerap melonjak usai lebaran ke Jakarta. 
 
“Saya minta setelah lebaran warga dari daerah yang mau ke Jakarta saya minta untuk pertama harus punya skill,” ujarnya dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/4).
 
 
Ia menyebur, apabila pendatang tidak memiliki keahlian, nantinya hanya akan menambah daftar jumlah pengangguran di Jakarta. Apalagi ketersediaan lapangan kerja pun sangat terbatas.
 
“Setelah itu kan ada dampak lainnya juga misalnya ketersediaan lapangan kerja yang makin sempit,” tuturnya.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore