
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno melepas langsung puluhan ribu pemudik di Monas, Jakarta Pusat (17/3/2026). (Istimewa)
JawaPos.com - Program “Mudik ke Jakarta” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan dampak signifikan selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga mendorong penggunaan transportasi publik di Ibu Kota.
Lonjakan mobilitas terlihat dari tingginya angka kunjungan ke berbagai destinasi wisata, serta meningkatnya jumlah pengguna moda transportasi publik seperti MRT dan LRT. Pemprov DKI menilai tren ini sebagai sinergi positif antara kebijakan mobilitas dan daya tarik pariwisata Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa program ini berhasil mendorong pergerakan ekonomi sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
"Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” kata Pramono Anung di Pendopo Balai Kota Jakarta, dikutip Jumat (27/3).
Dari sisi transportasi, jumlah pengguna MRT tercatat mencapai 135.117 penumpang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, LRT mencatat 9.987 penumpang, naik sekitar 6 persen.
Sementara di sektor pariwisata, beberapa destinasi unggulan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran. Kawasan Monumen Nasional (Monas) mencatat 126.790 pengunjung, Kebun Binatang Ragunan sebanyak 222.991 pengunjung, dan Taman Impian Jaya Ancol sekitar 155.000 pengunjung.
"Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” ucap Pramono.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dalam program “Mudik ke Jakarta”, termasuk dukungan dari sektor transportasi dan perhotelan.
“Sampai sebelum Lebaran, nilai transaksi program ini mencapai sekitar Rp 21 triliun. Kami berharap hingga 31 Maret dapat melampaui Rp 25 triliun,” ujarnya.
Ia menyatakan, keberhasilan program ini turut didukung oleh kolaborasi lintas sektor, termasuk transportasi dan perhotelan. Selain itu, sejumlah daerah juga berpartisipasi melalui skema promosi. Beberapa kota mencatat transaksi yang cukup besar, seperti Semarang sekitar Rp 8 miliar dan Surabaya sekitar Rp 6,2 miliar.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
