JawaPos.com - Kelakukan aneh ditunjukan oleh SNF, 26, ibu yang menusuk anaknya sampai 20 kali. Hasil penyelidikan menemukan fakta bahwa SNF pernah tiba-tiba mendatangi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu 6 Maret 2024. Saat itu SNF mengaku mengaku mendapat bisikan gaib sehingga pergi ke bandara membawa anaknya.
"Katanya dia mau pergi ke suatu tempat karena ada panggilan itu tadi bisikan gaib, halusinasi pelaku. Pada saat itu, pihak keamanan bandara menelepon suaminya memberitahukan bahwasanya istrinya ini sedang ada di bandara dengan bawa dua anaknya," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus kepada wartawan, Sabtu (9/4).
Suami SNF saat itu berada di Medan, Sumatera Utara. Dia pun kaget mendengar istrinya ada di bandara. Pada akhirnya, petugas bandara membantu SNF memesankan taksi agar diantar menginap disebuah hotel di Bekasi, tidak begitu jauh dari rumah SNF.
"Pada saat itu, langsung komunikasi antara suami kepada istrinya dan pada saat itu langsung difasilitasi oleh suaminya untuk diinapkan di Hotel Harris Kota Bekasi Indah saat itu juga dibantu oleh pihak keamanan Bandara Soekarno-Hatta untuk memanggil taksi untuk berangkat ke kota Bekasi," jelas Firdaus.
Singkat cerita SNF dan anaknya benar sempat check in ke hotel tersebut pada pukul 23.00 WIB. Namun, hanya selang beberapa jam, sekurar pukul 03.00 WIB, SNF meninggalkan hotel bersama kedua anaknya.
SNF sempat meminta bantuan hotel untuk memanggil taksi untuk pulang ke rumahnya di kawasan Summarecon, Kota Bekasi. Namun, keanehan kembali terlihat
"Ketika taksi datang malah si pelaku dan dua anaknya berjalan kaki, ini yang kami duga dia berjalan menuju ke rumahnya pada jam 03.00 subuh pada hari Kamis tersebut," kata Firdaus.
Setelah itu, sang suami berusaha menghubungi istrinya, namun tidak ada kabar. Pada waktu ini lah diduga SNF menghabisi nyawa anaknya. Pada pukul 10.00 WIB, suami berhasil menghubungi istrinya. Sang suami sempat menanyakan keberadaan anaknya, namun dijawab oleh SNF jika anaknya pergi jauh.
"Posisi suami masih di Medan pada hari Kamis pagi, nah kemudian setelah tadi jam 03.00 subuh sampai jam 10.00 pagi tidak bisa dihubungi, jam 10.00-nya dihubungi baru diangkat. Nah ditanya ke mana anak tersebut, jadi dia berhalusinasi lagi dia mengatakan sudah pergi jauh," pungkas Firdaus.
Sang suami kemudian menyuruh seseorang mengecek ke rumah istrinya. Saksi tersebut pun mendapati jika anak korban sudah meninggal berlumuran darah.
Sebelumnya, pembunuhan sadis terjadi di Klaster Burgundy Residence Summarecon, Kota Bekasi Jawa Barat pada Kamis (7/3). Seorang anak berusia 5 tahun berinsial AAMS tewas di tangan ibunya sendiri, SNF, 26.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang sekuriti. Saat itu, saksi diminta oleh ayah korban yang berada di Medan, Sumatera Utara untuk mengecek keberadaan SNF di rumahnya.
Saksi kemudian terkejut karena melihat korban sudah berlumuran darah di dalam kamar. Saksi membuat laporan kepada Polsek Bekasi Barat. Lalu Polsek bersama tim dari Polres mengecek ke lokasi.
"Mendapati sesosok mayat anak berada di lantai 2 di kamar, yang terdapat anak tersebut sudah tergeletak berlumuran darah," kata Firdaus kepada wartawan, Jumat (8/3).
Penyidik di lokasi pun menemukan sebilah pisau tidak jauh dari kamar, lokasi korban tewas. Pisai terbungkus plastik berlumuran darah.
"Selanjutnya tim investigasi melakukan pengecekan luka-luka korban, ditemukan sebanyak 20 luka tusuk pada tubuh korban. Yang terdapat pada dada anak korban sebelah kiri terdapat 18 tusukan dan satu tusukan di lengan dan satu tusukan di punggung," imbuhnya.
Atas perbuatannya, SNF dijerat Pasal 76 C Juncto Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) undang-undang kekerasan terhadap anak dan/atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.