
Banjir mengenangi Pemukiman padat penduduk di kawasan Pesing Koneng, Jakarta Barat, Sabtu (16/7/2022). banjir setinggi 30 Cm akibat meluapnya kali angke karena intensitas hujan yang cukup tinggi. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal menyatakan bahwa kehadiran Ruang Limpah Sungai (RLS) yang baru saja diresmikan adalah sebagai wujud dari naturalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Jakarta. Yusmada juga menyampaikan bahwa RLS merupakan bagian dari 942 project, yaitu 9 polder, 4 retensi air, dan 2 peningkatan kapasitas sungai.
Ia mengatakan bahwa waktu pelaksanaan pembangunan RLS adalah 15 bulan terhitung sejak 3 November 2021 dan direncanakan akan selesai pada bulan Desember 2022.
"Desain RLS dibuat dengan pendekatan penghijauan tanpa mengurangi kaidah-kaidah pengendalian banjir, baik secara struktur maupun desain kapasitas tampungan hingga desain rencana bangunan air," ujarnya saat ikut membuka peresmian RLS Brigif, Jakarta Selatan, Kamis (6/10).
“Secara progres dapat dikatakan bahwa perkembangan pembangunan masih berjalan sesuai rencana, untuk memenuhi hal tersebut pekerjaan yang diutamakan adalah pekerjaan galian tanah untuk membentuk area RLS. Hingga saat ini, kapasitas rencana tampungan air sudah terpenuhi 95%,” imbuhnya.
Ia juga menerangkan bahwa RLS pada proyek pertama ini dilaksanakan di tiga tempat, yaitu di RLS Pondok Ranggon, RLS Brigif, dan RLS Lebak Bulus. Volume Tampungan air RLS Pondok Ranggon adalah ±890.000 m3. RLS ini diharapkan dapat mereduksi debit banjir di Kali Sunter.
"Ruang Limpah Sungai Pondok Ranggon berfungsi sebagai tampungan sementara untuk mengurangi debit puncak Kali Sunter saat terjadi hujan ekstrem dan mengurangi dampak genangan di daerah hilir (sistem aliran Kali Sunter), terutama di wilayah Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Cipinang Muara, Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Lubang Buaya, dan Kelurahan Setu," jelasnya.
Selain itu, di RLS Lebak Bulus volume tampungan airnya adalah sebanyak ±44.000 m3 dan diharapkan mampu mereduksi debit banjir di Kali Grogol.
"Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus akan mereduksi luapan sungai di Daerah Aliran Kali Grogol karena berfungsi untuk menjadi tampungan sementara saat terjadi hujan ekstrem dan mengurangi dampak genangan di daerah hilir Kali Grogol seperti Palmerah dan Kebayoran," kata Yusmada.
Sementara di RLS Brigif, volume tampungan airnya sebanyak ±256.000 m3 dan diharapkan mampu mereduksi debit banjir di Kali Krukut
"Karena berfungsi untuk menjadi tampungan sementara saat terjadi hujan ekstrem dan mengurangi dampak genangan di daerah hilir Kali Krukut seperti Petogongan, Kemang, Cilandak, dan Ciganjur," tandasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
