Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Maret 2022 | 23.06 WIB

Kecelakaan TransJakarta Marak, Pakar: Bagaimana Warga Mau Pindah?

Petugas saat mencoba mengevakuasi bus TransJakarta yang menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/12/2021). Menurut petugas penyebab kecelakaan bus TransJakarta bernomor polisi B 7277 TGC itu diduga akibat sopir yang kurang konsentr - Image

Petugas saat mencoba mengevakuasi bus TransJakarta yang menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/12/2021). Menurut petugas penyebab kecelakaan bus TransJakarta bernomor polisi B 7277 TGC itu diduga akibat sopir yang kurang konsentr

JawaPos.com - TransJakarta belakangan sedang cukup ramai dibicarakan karena mengalami kecelakaan dalam dua hari terakhir. Mulai dari menabrak pembatas jalur di Jalan Ciledug Raya, menabrak seorang wanita pengendara sepeda motor hingga tewas di Jalan MH Thamrin Jakarta Selatan, hingga Bertabrakan dengan mobil Mercedes-Benz di jalan layang Simprug Jakarta Selatan.

Mengomentari hal tersebut, Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan memandang, hal tersebut butuh perhatian dari semua stakeholder termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Apalagi, Pemprov sedang gencar untuk mengubah paradigma warga Jakarta dari menggunakan transportasi pribadi ke angkutan umum untuk mengurangi kemacetan.

“Bagaimana warga mau pindah ke layanan transportasi publik sementara TransJakarta kerap mengalami kecelakaan lalu lintas dan selalu menimbulkan korban meninggal dunia atau kerusakan serius?” ujarnya, Senin (14/3).

Azas Tigor menyebut, sepanjang 2021 lalu, terdapat setidaknya 520 kasus kecelakaan bus TransJakarta. Meskipun Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan evaluasi, namun tetap saja kecelakaan lalu lintas TransJakarta terus terjadi.

Menurutnya, manajemen perusahaan pun juga perlu melakukan evaluasi. Sebab, hal tersebut merupakan kinerja perseroan dalam memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi opersional TransJakarta.

“Artinya ada masalah struktural di dalam tubuh Transjakarta saat ini dan harus segera diperbaiki,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, juga perlu merubah kebijakan layanan dan personal manajemen kerja di tubuh Trans-Jakarta. “Perubahan seluruh jajaran direksi ini harus dilakukan oleh gubernur TransJakarta sebagai pemegang saham mayoritas BUMD PT Transjakarta,” imbuhnya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore