JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan penyebab terjadinya kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang terjadi jelang Hari Raya Natal, pada Sabtu (23/12) kemarin. Menurut Menhub, kemacetan terjadi lantaran masih beroperasinya truk 3 sumbu di jalan tol tersebut.
Hal ini disampaikan Menhub usai dirinya melakukan pemantauan udara arus lalu lintas di Pelabuhan Penyebrangan Merak dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. "Dari udara tampak kemacetan di KM 47 dan KM 57 disebabkan masih beroperasinya truk 3 sumbu dan antrean di rest area KM 57 lebih dari 2 km," kata Menhub dikutip dari akun Instagram resminya, Minggu (24/12).
Oleh karena itu, Menhub meminta kepada Korlantas Polri untuk bertindak tegas bagi pengemudi truk sumbu 3 yang melanggar ketentuan aturan pembatasan. "Sementara kendaraan barang dan batasan maksimum antrean di KM 57 sepanjang 1 km (ini jadi standar untuk seluruh rest area) agar lalu lintas berjalan lancar," imbuhnya.
Meski begitu, Menhub mengakui bahwa sudah terjadi peningkatan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek bahkan sejak pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB. "Sudah sekitar 7.000 kendaraan yang melintas. Untuk mengurainya telah dilakukan rekayasa lalu lintas melalui contraflow 2 lajur dan memperpanjang contraflow yang semula dari KM 47 menjadi dari KM 36 (sepanjang hari Sabtu kemarin)," pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan catatan Jasa Marga, hingga H-3 Hari Raya Natal Tahun 2023 tercatat sebanyak 209.952 kendaraan meninggalkan Jakarta. Total volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama ini naik 50,90 persen jika dibandingkan lalu lintas (lalin) normal sebanyak 139.130 kendaraan.
Volume kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung menuju Semarang, pada H-7 s.d H-3 Raya Natal Tahun 2023 tercatat sebanyak 134.946 kendaraan atau naik 57,74 persen dari lalu lintas normal sebanyak 85.551 kendaraan. Adapun yang melintas di GT Banyumanik tercatat sebanyak 158.391 kendaraan menuju Solo melalui GT Banyumanik atau naik 48,43 persen dari lalu lintas normal sebanyak 106.709 kendaraan.