JawaPos.com - Dokter Qory diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya, Willy Sulistio, 39, hingga menyebabkan kabur dari rumah. KDRT ini bahkan dilakukan oleh suaminya menggunakan senjata tajam jenis pisau.
"(Pisau untuk) ngancam dan sempat ditaruh di punggung belakang korban, sehingga korban merasa ketakutan, dan itulah yang menyebabkan korban meninggalkan rumah mencari perlindungan ke Dinas P2TP2A," kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan, Sabtu (18/11).
Akibat KDRT ini, Qory mengalami luka di bagian punggung belakang dan bahu. Selanjutnya, penyidik tengah mendalami faktor lain yang menyebabkan KDRT terjadi. "Sementara kita dalami. Kami juga menggandeng ahli psikologi untuk trauma healing," jelas Rio.
Sebelumnya, Dokter Qory membuat geger publik karena dilaporkan hilang. Dia pergi dari rumahnya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat dalam keadaan hamil 6 bulan dan tanpa membawa apapun.
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, kasus ini bermula dari suami dokter Qory, Willy Sulistio melaporkan istrinya ke Polsek Cibinong karena sudah hilang 3 hari. Penyidik pun melakukan penyelidikan lanjutan.
"Tim berherak mencari informasi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, saksi di lapangan. Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di Dinas P2TP2A yang meminta perlindungan. Akhirnya kami berkoordinasi dengan beliau agar bisa menghadirkan ke Polres Bogor," kata Rio kepada wartawan, Sabtu (18/11).
Penyidik juga sempat melakukan pengecekan akun media sosial Qory. Sebab, akun tersebut digunakan oleh suaminya untuk memviralkan bahwa Qory hilang.
Dari penyelidikan ini, penyidik justru menemukan adanya kasus lain. Yakni dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Qory oleh suaminya. Peristiwa ini yang membuat Qory kabur dari rumah.
Hasil pencarian Qory kemudian membuahkan hasil. Penyidik menemukan Qory meminta perlindungan kepada Dinas P2TP2A. Penyidik selanjutnya meminta kepada dinas untuk menghadirkan Qory ke Polres Bogor.
Di Polres, Qory menceritakan semua peristiwa yang terjadi. Menurut dia, KDRT terjadi saat dia hendak memberikan kejutan ulang tahun kepada suaminya sekitar Pukul 00.00 WIB. Kala itu, Willy dan Qory serta 3 anaknya sedang menonton televisi. Qory lalu bergegas mengambil kue ulang tahun, namun sang suami tersinggung hingga terjadi KDRT berupa pengancaman dengan pisau.