Biasanya, baliho besar yang dipampang di ketinggian itu menampilkan dua sosok Anies dan AHY yang sedang bergenggaman tangan dengan saling mengepal di antaranya. Kini, baliho yang ada di Jalan Panjang, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu tinggal kenangan.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, terlihat papan reklame itu diisi baliho bernuansa warna putih muram dengan tulisan besar "Space Available" pertanda bahwa papan reklame itu kini sudah kosong. Walaupun jika dilihat dari dekat, di balik baliho putih itu masih ada bekas baliho Demokrat.
Sebelum dicerabuti, biasanya baliho besar itu menampilkan foto Anies dan AHY dengan tulisan yang tak kalah besar "PERUBAHAN & PERBAIKAN" kemudian di bawahnya dengan font lebih kecil bertuliskan "Untuk Indonesia yang Lebih Baik". Tak lupa di bagian paling atas ada lambang Partai Demokrat.
Salah satu pegadang dekat papan reklame itu, Sardi, 45, membenarkan bahwa sebelumnya papan iklan itu memang diisi oleh foto Anies dan AHY.
"Iya itu foto mereka berdua. Tapi bukan kemarin banget dituruninnya," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (1/9).
Ia memastikan bahwa penurunan baliho Anies-AHY itu sudah dilakukan sejak dua-tiga hari lalu. Itu pun dilakukan pada siang hari.
"Kemarin kemarin saya lihat itu siang pas dilipetin balihonya di sini," pungkas Sardi.
Sebelumnya, isu duet Anies dengan Cak Imin diisyaratkan dengan silaturahmi Anies dengan ibunda Cak Imin, Muhasonnah Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Kunjungan itu dilakukan Anies usai berziarah ke empat makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.
Anies juga didampingi istrinya, Fery Farhati saat mengunjungi Muhasonnah untuk bersilaturahmi dan meminta doa. Setelah berdoa bersama Muhasonnah, Anies dan Fery menyempatkan diri untuk berfoto dengan ibunda ketum PKB itu.
Hal itu pun membuat Partai Demokrat geram. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa Anies Baswedan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dipasangkan dengan Cak Imin. Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Anies sendiri, setelah dikonfirmasi langsung DPP Partai Demokrat.
"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili CapresAnies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai NasDem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar," ucap Riefky dalam keterangannya, Jumat (31/8).
"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh," sambungnya.
Teuku Riefky mengatakan, pihaknya melakukan konfirmasi langsung kepada Anies Baswedan terkait kabar tersebut. Menurut Riefky, kabar perjodohan Anies dengan Cak Imin tak terbantahkan.
"Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat dipaksa menerima keputusan itu (fait accompli)," papar Riefky.
Riefky menyebut, meski Anies Baswedan telah diusung oleh Partai NasDem sebagai Capres sejak 3 Oktober 2022, tetapi hingga 22 Januari 2023 baik Anies maupun Partai NasDem belum berhasil membentuk sebuah koalisi parpol yang memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen.
Oleh karena itu, atas dasar persahabatan dan chemistry yang selama ini terbangun antara Anies dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maka pada 23 Januari 2023 di sebuah rumah di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Anies Baswedan mengajak Partai Demokrat dan PKS untuk membangun kerja sama politik.
"Ketum AHY membawa Partai Demokrat dan keduanya bekerjasama untuk mengajak PKS. Peristiwa ini disaksikan oleh 4 orang dari Tim 8. Secara formal, Koalisi Perubahan untuk Persatuan diresmikan 14 Februari 2023 dengan penandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai, yang berisi 6 butir kerja sama," pungkas Riefky.