
ILUSTRASI: Bayi.
JawaPos.com - Lanala Ayudisa Halim, bayi berumur dua bulan yang kritis di ICU di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita kini mendapat perawatan dari enam dokter spesialis. Bayi itu masuk ICU diduga lantaran salah diberi susu oleh perawat RSAB Harapan Kita.
"Saat ini pasien L dalam perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit dengan ditangani oleh beberapa tim dokter," kata Humas RSAB Harapan Kita Nia kepada wartawan, Kamis (17/8).
Adapun enam dokter yang merawat Nala adalah dokter spesialis bedah anak, dokter bedah saraf, dokter anak subspesialis gastrohepatologi, dokter anak subspesialis nutrisi dan penyakit metabolik, dokter anak subspesialis neurologi, dan anak subspesialis infeksi.
"Kami dari RS mengupayakan pelayanan kesehatan yang optimal," tandas Nia.
Sebelumnya, seorang bayi bernama Lanala Ayudisa Halim yang masih berumur dua bulan harus dirawat di ruangan ICU Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dalam kondisi kritis. Hal itu diduga lantaran kelalaian pihak perawat rumah sakit tersebut.
Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi tersebut mengatakan bahwa hal itu bermula saat anaknya lahir dalam keadaan sudah didiagnosis mengidap penyakit ileostomi dan kelainan hati di Rumah Sakit Pelni pada 13 Juni lalu.
Setelah itu, selang sebulan, pada 12 Juli, bayi yang akrab dipanggil Nala tersebut dirujuk ke RSAB Harapan Kita lantaran kelainan hati yang dideritanya. Pasalnya, bayi itu harus dirujuk ke Poli Gastro.
Dalam perawatan di poli itu, Chintia mengatakan bahwa anaknya sempat mengalami perbaikan dari segi berat badan karena melibatkan beberapa dokter. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi susu yang tepat untuk Nala, yaitu susu Nutribaby Royal Pepti Junior.
"Dari susu Pepti Junior itu perlahan-lahan dia naik berat badannya. Bahkan rekor pertama Nala di angka 2,165 kilogram," kata Chintia saat ditemui wartawan di kediamannya di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (16/8).
Chintia mengaku senang saat ada perbaikan kondisi anak perempuan pertamanya itu. Namun, itu tak berselang lama. Sebab, pada Senin (7/8), seorang perawat tiba-tiba memberikan susu dengan jenis lain.
Chintia mengaku sempat bertanya kepada perawat yang memberikan susu dengan jenis berbeda, namun perawat itu menyatakan bahwa itu adalah susu dengan jenis yang sama. "Terus akhirnya mereka membantah, ya udah saya pikir ini Pepti Junior merek lain. Saya masih positif thinking," ungkapnya.
Namun, yang terjadi keesokan harinya justru terbalik. Seorang pegawai lain di RS Harapan Kita mendatanginya dan meminta maaf lantaran susu yang diberikan kepada anaknya salah.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
