Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Agustus 2023 | 13.19 WIB

Bayi yang Diduga Salah Diberi Susu oleh Perawat RSAB Harapan Kita Mengalami Gizi Buruk

Ilustrasi Gizi Buruk

JawaPos.com - Seorang bayi berusia dua bulan bernama Lanala Ayudisa Halim dilaporkan mengalami gizi buruk. Hal itu diduga lantaran bayi itu menjadi korban kelalaian perawat Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita. Diketahui bahwa sang perawat salah memberikan susu untuk bayi tersebut. 
 
"Keadannya dia gizi buruk karena berat badannya tidak sesuai dengan umumnya," kata Chintia Suciati, 29, ibu Nala, kepada wartawan, Rabu (16/8).
 
Kondisi itu adalah selang beberapa hari setelah Nala salah diberi obat, lantas kondisi kuningnya memburuk hingga akhirnya kejang-kejang dan masuk ruangan ICU.
 
 
Saat ini, Chintia mengatakan bahwa berat badan anaknya itu hanya 1,7 kilogram dari yang semula ketika datang ke rumah sakit itu beratnya sempat naik hingga 2,1 kilogram.
 
"Jadinya gizi buruk, pendarahan di kepalanya juga belum teratasi, bibirnya juga masih miring-miring," tandasnya.
 
Sebelumnya diberitakan, seorang bayi bernama Lanala Ayudisa Halim yang masih berumur dua bulan harus mendekam di ruangan ICU Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dalam kondisi kritis. Hal itu diduga lantaran kelalaian pihak perawat rumah sakit tersebut. 
 
 
Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi tersebut mengatakan bahwa hal itu bermula saat anaknya lahir dalam keadaan sudah didiagnosis mengidap penyakit ileostomi dan kelainan hati di Rumah Sakit Pelni pada 13 Juni lalu.
 
Setelah itu, selang sebulan, tanggal 12 Juli, bayi yang akrab dipanggil Nala tersebut mesti dirujuk ke RSAB Harapan Kita lantaran kelainan hati yang dideritanya. Pasalnya, bayi itu harus dirujuk ke Poli Gastro.
 
Dalam perawatan di poli itu, Chintia mengatakan bahwa anaknya sempat mengalami perbaikan dari segi berat badan karena melibatkan beberapa dokter. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi susu yang tepat untuk Nala, yaitu susu Nutribaby Royal Pepti Junior.
 
 
"Dari susu Pepti Junior itu perlahan-lahan dia naik berat badannya. Bahkan rekor pertama Nala di angka 2,165 kilogram," kata Chintia saat ditemui wartawan di kediamannya di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (16/8).
 
Chintia mengaku senang tiada kepalang saat menemukan perbaikan kondisi anak perempuan pertamanya itu. Namun, itu tak berselang lama. Sebab, pada Senin, 7 Agustus lalu, seorang perawat tiba-tiba memberikan susu dengan jenis lain.  
 
 
Chintia mengaku sempat bertanya kepada perawat yang memberikan susu dengan jenis berbeda, namun perawat itu menyatakan bahwa itu adalah susu dengan jenis yang sama.
 
"Terus akhirnya mereka membantah, ya udah saya pikir ini Pepti Junior merek lain. Saya masih positive thinking," ungkapnya.
 
Namun, yang terjadi keesokan harinya justru terbalik. Seorang pegawai lain di RS Harapan Kita mendatanginya dan meminta maaf lantaran susu yang diberikan kemarin kepada anaknya salah.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore