Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 September 2019 | 15.00 WIB

Sempat Mangkrak, Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan

Sejumlah anak bermain bola di pinggir kali ciliwung  Ciliwung, Roxy, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Minimnya lahan bermain anak membuat mereka pinggiran kali Ciliwung yang kering untuk bermain bola. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Sejumlah anak bermain bola di pinggir kali ciliwung Ciliwung, Roxy, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Minimnya lahan bermain anak membuat mereka pinggiran kali Ciliwung yang kering untuk bermain bola. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bakal melanjutkan proyek normalisasi Kali Ciliwung. Sehingga, akan dilakukan pembebasan lahan milik warga. Setidaknya ratusan bidang tanah milik warga di empat kelurahan akan terdampak proses normalisasi Kali Ciliwung.

Terhentinya proyek normalisasi terlihat jelas di titik jembatan Pengadegan. Dari atas ketinggian, terlihat pembangunan proyek normalisasi Kali Ciliwung terhenti hingga wilayah Rawajati, Pancoran. Pemasangan sheet pile di sepanjang Kali Ciliwung itu terlihat terhenti tepat di gudang perusahaan air mineral Aqua dan tidak dilanjutkan hingga wilayah Pengadegan yang berada di seberangnya.

Mangkraknya pembangunan juga terlihat dari puluhan sheet pile dan sejumlah besi beton yang berserakan di sisi Kali Ciliwung. Sheet pile berbahan beton sepanjang sembilan meter itu dibiarkan bertumpuk hingga ditumbuhi rumput dan ilalang. Sedangkan buis beton berukuran 1,5 meter persegi dijadikan teduhan bagi pemulung untuk beristirahat.

Seorang di antaranya terlihat tidur terlelap dalam gorong-gorong. Tanpa beralaskan apapun, pria tersebut tertidur pulas menghindari panasnya matahari yang menyengat. Serupa dengan proyek normalisasi Kali Ciliwung, jalan Inspeksi hanya terbangun di sepanjang gudang perusahaan air mineral Aqua itu. Jalan yang senyatanya dibangun sejalan dengan trase normalisasi Kali itu kini hanya dijadikan lokasi parkir liar bagi angkutan umum maupun truk milik perusahaan air mineral Aqua.

Sementara, kondisi saluran penghubung dan kali yang dangkal dan penuh lumpur terlihat di permukiman padat penduduk di Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Padahal apabila hujan deras turun, kawasan yang terkenal dengan pemotongan ayam Arek Lamongan (Arela) itu kerap banjir.

Photo

Sejumlah anak bermain bola di pinggir kali ciliwung Ciliwung, Roxy, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Minimnya lahan bermain anak membuat mereka pinggiran kali Ciliwung yang kering untuk bermain bola. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini mengatakan, normalisasi Kali Ciliwung yang senyatanya merupakan langkah pencegahan banjir Ibu Kota itu sempat mangkrak beberapa tahun belakangan. Namun, usai dibahas dalam rapat pimpinan, pihaknya akan melanjutkan normalisasi, khususnya pembebasan lahan.

"Kalau pembebasan lahan, sekarang ini di Ciliwung kita lagi proses, tunggu Penlok (Penetapan Lokasi) dari pak Gubernur. Itu untuk Ciliwung ada empat kelurahan yang rencananya akan kita bebasin, dari empat kelurahan itu ada 118 bidang, sementara lagi menunggu proses, kalau itu sudah ditandatangani langsung kita bayarkan," kata Juaini usai bersilaturahmi dengan jajaran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (6/9).

Sejalan dengan normalisasi Kali Ciliwung, pihaknya telah melakukan pencegahan banjir lewat pengurasan waduk, sungai, Saluran Penghubung (PHB) hingga saluran mikro yang ada di permukiman warga. "Nah jelang musim hujan, kita sudah instruksikan seluruh jajaran Sumber Daya Air, kalau di Dinas (SDA) ya menguras waduk-waduk dan sungai-sungai yang sekarang ini kelihatan kering. Jadi agak lebih mudah kita menguras lumpur-lumpur yang ada," jelas Juaini.

"Kemudian jajaran untuk di Sudin sendiri sampai di tingkat kecamatan mereka juga sudah melakukan pengurasan-pengurasan sampah saluran mikro yang ada di dalam pelosok-pelosok kampung itu. Karena dari situ dulu, nanti ke PHB langsung ke sungai-sungai besar. Jadi diharapkan musim hujan saluran kita udah bersih dari lumpur-lumpur," tutur dia.

Selain itu, pihaknya telah memastikan seluruh rumah pompa dapat beroperasi dengan baik. Sehingga apabila memasuki musim hujan, seluruh pompa dapat menguras genangan di sejumlah titik wilayah rawan banjir.

"Begitu juga dengan kondisi pompa, kita juga sudah instruksikan untuk saat ini, pompa-pompa yang mungkin ada yang rusak sudah kita minta perbaiki, supaya nanti jika waktunya sudah musim hujan semuanya sudah siap, standby," jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore