Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Juli 2023 | 22.04 WIB

Warga Kebakaran di Tambora Minta Bantuan Berupa Bahan Material Untuk Bangun Kembali Rumah

Kondisi lokasi pengungsian untuk warga terdampak kebakaran Tambora di SDN Duri Utara 01 (Royyan/JawaPos.com) - Image

Kondisi lokasi pengungsian untuk warga terdampak kebakaran Tambora di SDN Duri Utara 01 (Royyan/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Warga terdampak kebakaran di Tambora, Jakarta Barat, mengeluhkan beberapa kebutuhan sehari-hari di pengungsian yang ada di SDN Duri Utara 01. Diketahui bahwa kebakaran tersebut telah melahap ratusan bangunan di 5 RT daerah Duri pada Sabtu (8/7) lalu.
 
Oki, 33, salah satu pengungsi di lokasi mengatakan bahwa di hari pertama mengungsi hingga hari ini, kebutuhan seperti alat-alat mandi belum dibagikan secara merata kepada warga terdampak. 
 
"Berurut sih, tapi ada yang belum kena juga kayak buat peralatan mandi. Tapi tadi kan ada pak camat, dia udah instruksiin buat bagi-bagiin ke sini pengungsi semua," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di lokasi pengungsian, Senin (10/7).
 
 
Oleh karena itu, sejak kemarin ia mengatakan hanya menggunakan alat mandi seadanya bersama keluarganya di pengungsian. 
 
"Ya seadanya mungkin. Kebetulan saya hari pertama gak di sini. Saya ngungsi ke tempat sodara," ucapnya.
 
Akibat kebakaran hebat Sabtu lalu, Oki mengatakan bahwa ada empat keluarganya yang tinggal serumah ikut terdampak. Di pengungsian, mereka tinggal di tenda biru milik Dinas Sosial. Tak ada batasan di sana, tiap orang boleh memilih tempat sendiri. 
 
Oki pun lebih memilih tinggal di pengungsian itu bersama dengan keluarga kecilnya. Saat berbincang, ia sambil mengais anaknya yang masih berusia tiga tahun. Baginya, kebakaran hebat itu telah merenggut banyak hal dari keluarganya.
 
"Surat-surat pada hilang, kebakar semua. Baju, lemari, TV, habis semua gak ada yang bisa diselametin. Rumah tiga lantai habis semua. Tinggal sisi-sisi doang. Rangka aja," ungkapnya. 
 
 
Namun begitu, kejadian ini adalah bencana yang Oki pun tak tahu bakal terjadinya kapan. Saat api merambat, asap sudah membumbung tinggi, Oki sekeluarga justru tengah ada di jalan menuju rumah saudaranya. 
 
Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah ikut mengurangi beban hidupnya selama di pengungsian yang nyamannya hidup di rumah, sudah terenggut lantaran bencana tak terduga itu.
 
"Pakaian, pakaian anak-anak, dewasa, pampers, susu, kebutuhan wanita (masih kurang di pengungsian)," keluh Oki.
 
Masalah air yang kecil dari toilet-toilet juga, menurutnya cukup mengganggu. Apalagi jika toilet digunakan secara bersamaan, air bahkan bisa tak mengalir sama sekali.
 
"Ada, cuma kecil. Kalau buka bareng-bareng kadang mati," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore