
Ilustrasi puasa Ramadhan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui (freepik)
JawaPos.com - Bulan Ramadhan tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi akan segera tiba. Di Bulan ini, Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa.
Karena itu, banyak orang mengandalkan bulan ini untuk melatih pola hidup sehat, salah satunya untuk membuat pola makan semakin terkontrol.
Sejumlah manfaat kesehatan dari ritual puasa di bulan Ramadhan telah banyak diketahui, selain sebagai bentuk ibadah umat Islam terhadap Allah SWT.
Puasa Ramadhan sering kali membantu mengatur pola makan karena beberapa alasan fisiologis dan perilaku yang biasanya tak terkendali saat tak berpuasa.
Berikut adalah enam alasan puasa Ramadhan bisa membantu Anda untuk mengatur pola makan agar lebih terkontrol.
Puasa memperkuat ritme sirkadian tubuh, termasuk siklus lapar dan kenyang. Ini membantu tubuh memprediksi kapan makanan akan tersedia, yang mengarah pada waktu makan yang lebih konsisten.
Dengan jadwal makan yang teratur saat puasa, yakni saat sahur sebelum pagi hari dan buka puasa pada awal malam, tubuh akan otomatis mengubah pola makan menjadi teratur.
Puasa Ramadhan diyakini meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Hal ini memungkinkan tubuh menggunakan glukosa lebih efisien yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi keinginan untuk ngemil secara impulsif di luar waktu makan.
Setelah makan saat berbuka puasa ataupun sahur, biasanya orang akan lebih kenyang dan terhindar dari keinginan mengemil.
Dengan membatasi periode makan dalam puasa Ramadhan, seseorang menjadi lebih sadar akan sinyal lapar dan kenyang alami tubuhnya.
Hal ini juga otomatis membuat seseorang akan makan bukan berdasarkan kebiasaan atau emosi, tetapi kepada kebutuhan tubuh.
Puasa menetapkan jendela waktu makan yang spesifik (misalnya, hanya makan antara jam 6 sore hingga jam 3 dini hari esoknya). Struktur ini secara inheren mencegah makan terus-menerus sepanjang hari.
Saat selesai puasa, orang akan lebih terbiasa untuk membatasi waktu makan dan menetapkan batas yang jelas antara waktu makan dan tidak.
Saat puasa, waktu makan terbatas di saat sahur maupun berbuka. Hal ini membuat orang cenderung lebih selektif dan fokus pada makanan yang padat nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi mereka,
Dengan batasan itu, banyak juga orang yang akan memilih makanan yang bukan makanan ringan atau makanan instan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022