Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. (Dok. Humas Kemenag)
JawaPos.com - Informasi tentang keagamaan dan layanan, terutama Agama Islam selama ini hanya didapatkan masyarakat hanya di sekitar rumah ibadah seperti masjid, musala, atau langgar. Lain dari itu di madrasah atau majelis ilmu.
Menyampaikan ilmu dan layanan keagamaan Islam bisa dilakukan dengan cara lebih ringan, terakses dari banyak sisi, seperti di area Car Free Day (CFD). Cara itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Kemenag) dengan program Serambi Bimas Islam.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, program itu digelar secara berkala setiap dua pekan pada Minggu pagi. Lokasi pelaksanaan berada di area CFD dengan memanfaatkan sisi timur Gedung Kementerian Agama, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Kegiatan itu dimulai pada 24 Agustus mendatang hingga akhir 2025.
Setiap sesi dalam program Serambi Bimas Islam akan menyajikan kegiatan yang berbeda, mulai dari talkshow, siniar, hingga dialog terbuka dengan tema keislaman dan layanan keagamaan.
“Masing-masing direktorat di lingkungan Ditjen Bimas Islam akan bergiliran menyampaikan informasi dan menyapa masyarakat. Mereka akan menghadirkan konten edukatif dan interaktif sesuai dengan tugas pokok dan fungsi,” ujar Abu kepada wartawan di Jakarta pada Senin (4/8).
Peluncuran ini bertepatan dengan rangkaian perlombaan menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Serambi Bimas Islam diresmikan di halaman Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (3/8).
Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah akan menyajikan informasi terkait layanan syariah, kemasjidan, pembinaan paham keagamaan, serta kepustakaan Islam. Direktorat Penerangan Agama Islam, lanjutnya, akan menyampaikan informasi seputar penyuluhan agama, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dakwah, ormas Islam, serta seni dan budaya Islam.
Sementara itu, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah akan menghadirkan topik seputar layanan KUA, bimbingan perkawinan, dan penguatan ketahanan keluarga. Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf akan mengedukasi masyarakat mengenai literasi zakat dan wakaf, perizinan lembaga amil zakat, serta program pemberdayaan ekonomi masyakarat berbasis zakat dan wakaf.
Baca Juga: Ketika Dirjen Bimas Islam, Buddha, Katolik Bicara soal Moderasi Agama, Tidak Sebatas Teori
“Direktorat Jaminan Produk Halal sebagai direktorat baru juga akan turut serta dalam kegiatan ini, dengan memberi informasi terkait regulasi halal serta penguatan ekosistem halal nasional,” ungkap Abu.
Abu menjelaskan, istilah “serambi” dalam nama program ini diambil dari nilai-nilai budaya masyarakat. Serambi merupakan ruang terbuka di depan rumah atau masjid yang menjadi tempat berinteraksi dan berdiskusi.
“Sebagaimana serambi masjid di masa lampau menjadi tempat bermusyawarah dan menyelesaikan persoalan keagamaan, Serambi Bimas Islam kami gagas sebagai simbol keterbukaan kami dalam menyapa dan melayani masyarakat,” terangnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
