Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 15.19 WIB

Kapan 1 Dzulhijjah? Berikut Keistimewaan dan Amalan yang Dianjurkan

Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Jcomp/Freepik) - Image

Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Jcomp/Freepik)

JawaPos.com–Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan Dzulhijjah. Bulan tersebut termasuk salah satu bulan yang dimuliakan. Dimana haram melakukan peperangan dan dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan. 

Selain Dzulhijjah, tiga bulan mulia lainnya dalam Islam yaitu Muharram, Dzulqaidah, dan Rajab. Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah. Bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang penuh dengan kemuliaan.

Pada bulan ini, umat Islam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Dan bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, maka akan melaksanakan lebaran Idul Adha 2025.

Kapan Tanggal 1 bulan Dzulhijjah?

Mengetahui tanggal 1 Dzulhijjah penting bagi umat Islam. Karena dengan mengetahui tanggal tersebut, maka kita akan dapat mengetahui kapan jatuhnya hari raya Idul Adha 2025.

Tanggal 1 Dzulhijjah 2025 versi pemerintah sesuai dengan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Adapun hari raya Idul Adha 2025 diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025 (10 Dzulhijjah 1446 H). Namun untuk kepastiannya, biasanya Kemenag melakukan sidang isbat.

Adapun bagi Muhammadiyah, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025 M. Muhammadiyah kemudian menetapkan lebaran Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah

Pada bulan Dzulhijjah, Rasulullah menganjurkan sejumlah amalan yang sebaiknya dilaksanakan oleh Umar Islam. Dilansir dari NU Online, sedikitnya terdapat 3 amalan yang dianjurkan yaitu ibadah puasa, berkurban, dan melaksanakan ibadah haji yang mampu. Berikut penjelasan singkatnya: 

1. Puasa

Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa antara 1 sampai 9 Dzulhijjah. Pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Dzulhijjah. Sedangkan 8 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Tarwiyah, dan 9 Dzulhijjah dinamakan puasa Arafah.

Melaksanakan ibadah puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih baik dari pada melakukan jihad fi sabilillah.

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: مامن أيام العمل الصالح فيها أحب الى الله عزوجل منه فى هذه الأيام يعنى ايام العشر, قالوا ولاالجهاد فى سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد فى سبيل الله, الا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع dari itu بشiapa

Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, Tidak ada hari di mana amal saleh di dalamnya sangat dicintai Allah melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat lantas bertanya, Apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah? Rasulullah mmenjawab, “Bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga dia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik.”

2. Kurban

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore