Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 17.44 WIB

Inilah Perbedaan Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di 5 Kawasan Dunia Islam Global

Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik)

JawaPos.com – Perayaan Maulid Nabi Muhammad dirayakan umat Islam di berbagai belahan dunia dengan tradisi berbeda.

Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengungkapkan rasa cinta kepada Nabi. Meski berbeda bentuk, semangat yang terkandung tetap sama, yaitu meneladani dan mencintai Rasulullah.

Berikut 5 tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diberbagai negara, seperti dilansir dari laman Ulum al-Azhar pada Sabtu (6/9).

  1. Mesir

Di Mesir, pusat Al-Azhar menjadi salah satu lokasi penting dalam perayaan Maulid Nabi. Ulama menyampaikan kajian tentang kehidupan Rasulullah disertai pembacaan Al-Qur’an. Lagu-lagu tradisional berupa nasyid menggema untuk memuji Nabi. Keluarga-keluarga juga saling berbagi kue sebagai simbol kebahagiaan.

  1. Asia Selatan

Di Asia Selatan, perayaan Maulid Nabi berlangsung dengan skala besar di masjid maupun pusat komunitas. Umat Islam mengadakan prosesi untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada Rasulullah. Qasidah dilantunkan bersama-sama dengan penuh kekhusyukan. Makanan juga dibagikan secara merata kepada seluruh jamaah.

  1. Afrika

Di wilayah Afrika, perayaan Maulid diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Umat Islam melaksanakan doa bersama untuk mengingat Allah dan memohon keberkahan. Tradisi berbagi juga kuat melalui pemberian uang maupun makanan kepada fakir miskin. Hal ini menjadi wujud kepedulian sosial yang menyertai kecintaan kepada Nabi.

  1. Turki dan Balkan

Di Turki dan Balkan, perayaan Maulid Nabi ditandai dengan pembacaan puisi. Karya terkenal Süleyman Çelebi menjadi bacaan utama yang mengisahkan kemuliaan Nabi. Puisi tersebut dianggap sebagai warisan budaya sekaligus dakwah. Tradisi ini menguatkan ikatan spiritual masyarakat terhadap Rasulullah.

  1. Wilayah Barat

Di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris, perayaan Maulid berlangsung di masjid dan komunitas Muslim. Acara berupa ceramah edukatif tentang kehidupan Nabi menjadi agenda utama. Beberapa kegiatan lintas agama turut digelar untuk menonjolkan pesan damai Islam. Tradisi ini sekaligus memperkuat identitas Muslim di tengah masyarakat multikultural.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore