Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 21.36 WIB

Ingatkan Sedekah dan Wakaf, Menag Nasaruddin Umar: Alangkah Miskinnya Umat Islam Kalau Hanya Bayar Zakat Saja

Menag Nasaruddin Umar (dua dari kanan) memberikan penjelasan soal Indonesia Ekonomi Syariah Forum & Expo 2025 di kompleks Masjid Istiqlal Jakarta Kamis (4/9/2025) petang. - Image

Menag Nasaruddin Umar (dua dari kanan) memberikan penjelasan soal Indonesia Ekonomi Syariah Forum & Expo 2025 di kompleks Masjid Istiqlal Jakarta Kamis (4/9/2025) petang.

JawaPos.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar dan jajarannya tengah mengampanyekan penguatan dana sosial keagamaan, terutama melalui sedekah dan wakaf. Sebab, sampai saat ini dana sosial keagamaan yang populer di tengah masyarakat masih sebatas zakat. 

Nasaruddin menuturkan, jenis dana sosial keagamaan di Islam sangat banyak. Namun yang yang populer di Indonesia masih zakat.

"Alangkah miskinnya umat Islam kalau hanya membayat zakat yang 2,5 persen itu," katanya di sela paparan program Indonesia Ekonomi Syariah Forum & Expo 2025 di kompleks Masjid Istiqlal Kamis (4/9) sore.

Dia menjelaskan, pada zaman Nabi Muhammad saat itu, yang terjadi malah sebaliknya. Zakat tidak terlalu populer, kalah dibanding sedekah, wakaf, atau bentuk dana sosial lainnya.

Bahkan ada wakaf kebun kurma yang masih bertahan mulai dari zaman Nabi Muhammad sampai sekarang di Madinah.

Dia menjelaskan, sebagai negara dengan jumlah populasi umat Islam yang banyak, Indonesia punya potensi ekonomi syariah besar. "Kalau sekarang masih macan tidur," jelasnya.

Sehingga perlu didorong inovasi-inovasi pembiayaan atau keuangan berbasis syariah di Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, Nasaruddin mengatakan potensi zakat maupun wakaf di Indonesia sangat besar. Namun realisasi penghimpunannya masih belum banyak. Sehingga butuh upaya ekstra untuk meningkatnya.

Selain itu, Nasaruddin juga menyinggung tentang jaminan produk halal. Menurut dia, urusan halal saat ini mendukung perekonomian.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islam besar, menjadi pasar produk halal yang menarik. Otomatis produsen akan mengikuti regulasi halal yang ada.

Sektor lainnya yang juga penting adalah pariwisata. Nasaruddin mengatakan, pemerintah terus mendorong keberadaan wisata yang ramah wisatawan muslim.

Salah satu faktor utamanya adalah kemudahan menjangkau makanan halal. Wisata ramah muslim bukan berarti destinasi wisata yang eksklusif.

Selain itu, Nasaruddin juga menyinggung keberadaan pesantren. Dia mengatakan pesantren menjadi ekosistem yang besar.

Saat ini saja jumlah santri di pesantren sekitar 4 juta jiwa. Belum termasuk jumlah guru atau ustad. Nasaruddin mengatakan banyak pesantren yang mampu mandiri secara ekonomi, lewat sejumlah usaha yang dijalankan.

Pemerintah berharap semakin banyak pesantren yang mandiri. Apalagi banyak pesantren yang ahli di bidang perikanan, pertanian, perdagangan, dan usaha lainnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore