Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 20.58 WIB

Dai Muda Diminta Meluruskan Niat Ketika Berdakwah via Medsos, Tidak Semata Mengejar Viral

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad (tengah) bersama pendakwah muda di Jakarta (5/8). (Humas Kemenag) - Image

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad (tengah) bersama pendakwah muda di Jakarta (5/8). (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Pemanfaatan media sosial (medsos) untuk berdakwah kian mudah. Penceramah atau dai-dai muda terus bermunculan dan viral di medsos. Salah satunya dai muda Koh Dennis Lim, yang postingannya selalu dapat view besar. Kemenag berpesan kepada para dai muda tidak semata-mata mengejar viral dalam berdakwah. 

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad mengingatkan pentingnya menjaga niat dalam berdakwah. “Niatkan dakwah ini lillahi ta’ala. Jangan sekadar ingin viral atau dikenal. Kalau ikhlas, keberkahan dan dampaknya akan lebih luas,” pesan Abu Rokhmad dalam Pembibitan Calon Dai Muda Tahun 2025 di Jakarta (5/8).

Untuk diketahui, 200 peserta terpilih dari 634 pendaftar mengikuti program pembibitan. Mereka menjalani pelatihan intensif dengan materi strategis. Seperti digitalisasi dakwah, kewirausahaan keumatan, moderasi beragama, serta manajemen dakwah kontekstual.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan diterjunkan ke berbagai daerah untuk mengimplementasikan rencana aksi dakwah yang telah mereka susun. Program ini dirancang sebagai investasi dakwah jangka panjang.

“Kita sedang membentuk kader yang kelak akan menjadi penggerak dakwah nasional," katanya. Kemenag ingin memastikan, pada 2045 nanti, bangsa ini memiliki dai-dai unggul yang siap menjadi pelita bagi umat. 

Abu menekankan regenerasi dai harus disiapkan secara serius untuk menjawab tantangan zaman. Kemenag ingin mencetak dai muda yang siap lahir batin, siap berdakwah, dan siap memimpin umat.

Menurut dia, dakwah saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan ceramah. Dai muda perlu dibekali wawasan sosial, ekonomi, digital, dan kebangsaan agar mampu menjangkau umat secara lebih luas dan berdampak. Dai hari ini harus menjadi bagian dari solusi atas problematika umat.

"Bukan hanya menyampaikan ceramah di mimbar, tetapi juga bisa memetakan kebutuhan sosial dan berkontribusi dalam menyelesaikannya,” tegasnya.

Abu menjelaskan, Kemenag saat ini memfokuskan tiga orientasi dakwah. Yaitu dakwah pemberdayaan, dakwah pencerahan, dan dakwah pembangunan. Dakwah pemberdayaan menempatkan dai sebagai agen peningkatan kesejahteraan umat. Dakwah pencerahan bertujuan memperkuat literasi keagamaan dan moderasi beragama. Sementara itu, dakwah pembangunan menjadikan dai sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional. (wan) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore