
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. Yulia Zyryanova/Sputnik/Reuters/Antara
JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengakui bahwa Rusia harus menambah pasukan militernya agar bisa mempertahankan diri. Menurut Medvedev, Rusia memerlukan pasukan yang terdiri atas gabungan wajib militer dan tentara karier.
"Pasukan militer kita harus lebih besar, paling sedikit 1,5 juta orang," kata Medvedev.
Tahun lalu Rusia mengumumkan rencana menambah kekuatan angkatan bersenjatanya dari 1,15 juta menjadi 1,5 juta personel tempur. Beberapa pertemuan tingkat tinggi telah digelar guna membahas masalah tersebut.
Topik lain yang dibahas Medvedev adalah langkah-langkah mencegah agen asing menghasilkan uang di Rusia. Agen asing merujuk kepada orang-orang yang menurut dia kerap menjelek-jelekkan Rusia setelah pindah ke luar negeri.
“Jika ingin tinggal di sana, tinggal saja di sana. Jika Anda ingin memburuk-burukkan Rusia, silakan saja. Namun, Anda tidak bisa menghasilkan uang di Rusia,” kata Medvedev, yang sebelumnya menjabat presiden dan perdana menteri itu.
Parlemen Rusia telah mengusulkan langkah-langkah memutus akses keuangan orang-orang yang telah meninggalkan Rusia dan yang mengutuk tindakan Moskow terhadap Ukraina.
Sebelumnya, Medvedev menyatakan menangkap Presiden Rusia Vladimir Putin berdasarkan surat perintah penangkapan Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) adalah sama dengan menyatakan perang kepada Rusia. Surat perintah penangkapan tersebut dikeluarkan ICC setelah Putin didakwa melakukan kejahatan perang di Ukraina.
Berbicara dalam wawancara dengan para pengguna jejaring sosial Rusia VK, Kamis (23/3), Medvedev mempertanyakan kompetensi Menteri Kehakiman Jerman Marco Buschmann, yang mengatakan jika Putin berada di Jerman, maka Jerman akan menangkap pemimpin Rusia tersebut.
“Dia pengacara kan? Apakah dia paham apa artinya ini? Jelas hal ini adalah situasi yang tidak akan pernah terjadi, tetapi taruh saja jika hal tu terjadi. Kepala negara penguasa nuklir datang ke wilayah, katakanlah, Jerman, dan ditangkap,” kata Medvedev.
“Artinya apa? Ini pernyataan perang kepada Federasi Rusia. Dan dalam kasus ini, semua roket dan senjata kami lainnya akan terbang ke Bundestag (parlemen Jerman), ke kantor kanselir, dan seterusnya. Tahukah dia ini situasi casus belli (penyebab perang), bahwa ini pernyataan perang, atau apakah dia kurang belajar?” tegas Medvedev.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
