Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Kamis, 29 Oktober 2026 | 04.55 WIB

Singapura Panggil 8 Bos Perusahaan Perkebunan Terkait Permasalahan Karhutlad

ILUSTRASI: Kereta gantung Singapura yang menuju stasiun Mount Faber diselimuti kabut asap karena asap dari kebakaran hutan regional mengurangi jarak pandang di seluruh negara kota, di Singapura, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Suhaimi Abdullah). - Image

ILUSTRASI: Kereta gantung Singapura yang menuju stasiun Mount Faber diselimuti kabut asap karena asap dari kebakaran hutan regional mengurangi jarak pandang di seluruh negara kota, di Singapura, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Suhaimi Abdullah).

JawaPos.com - Pemerintah Singapura memanggil delapan pimpinan perusahaan perkebunan yang diduga terkait dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia yang menyebabkan kabut asap sampai ke tanah Singapura.

Pertemuan delapan pimpinan dengan mewakili 10 perusahaan yang sudah mendapatkan pemberitahuan dari National Environment Agency (NEA) atau badan lingkungan hidup Singapura dihelat pada Rabu (28/10).

Adapun, delapan pimpinan perusahaan yang menghadiri pertemuan tersebut terdiri dari Chairman & CEO Wilmar International Ltd, Kuok Khoon Hong, Executive Director & CEO Kencana Agri Ltd, Albert Maknawi.

Kemudian,  Chairman & CEO Golden Agri-Resources Ltd, Franky Oesman Widjaja, Senior Advisor Sinar Mas Group untuk APP Ltd dan APP (China) Ltd, Bernard Tan, CEO & Executive Director First Resources Ltd, Ciliandra Fangiono.

Selanjutnya, Chairman TSH Resources Berhad, Kelvin Tan Aik Pen, CEO & Executive Director Indofood Agri Resources Ltd Mark Julian Wakeford, dan Executive Chairman & CEO Bumitama Agri Ltd, Lim Gunawan Hariyanto.

Pimpinan perusahaan tersebut datang untuk menemui Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.

Melansir The Star, Shanmugam, mengatakan Kebakaran di Indonesia yang menyebabkan kabut asap dipicu oleh praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab.

Ia menyebut bahwa Singapura akan menggunakan seluruh kewenangan yang dimilikinya untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

Shanmugam menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan itu memiliki kehadiran korporasi dan kepentingan bisnis di Singapura.

Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan operasional dan rantai pasok perusahaan tidak berkontribusi terhadap kabut asap, ujarnya dalam pertemuan tertutup yang digelar di The Treasury.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore