gambar ilustrasi gajah dari magnific
JawaPos.com – Kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan terus berkembang, termasuk mengenai dampak buruk penangkaran terhadap mamalia besar seperti gajah dan paus beluga.
Dalam artikel Psychology Today, ahli perilaku hewan Marc Bekoff, Ph.D., bersama penulis sains Shubhobroto Ghosh menyoroti dua perkembangan penting: penurunan permintaan wisata naik gajah di Amer Fort, India, serta meningkatnya perhatian terhadap nasib paus beluga yang pernah dipelihara di Marineland Niagara, Kanada.
Keduanya menunjukkan bahwa perubahan pandangan masyarakat dapat mendorong perbaikan kesejahteraan satwa.
Di Amer Fort, Jaipur, Rajasthan, permintaan wisata naik gajah dilaporkan turun sekitar 70 persen dalam tujuh tahun terakhir.
Data yang dikutip dalam artikel menunjukkan jumlah wisatawan yang menggunakan layanan tersebut turun dari 67.018 orang pada 2024–2025 menjadi 48.474 orang pada 2025–2026.
Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi fisik dan psikologis gajah yang digunakan untuk hiburan.
Organisasi perlindungan hewan telah lama mengampanyekan penghentian aktivitas tersebut karena gajah dapat mengalami cedera kaki, keterbatasan ruang gerak, serta tekanan akibat tidak dapat menjalani perilaku alaminya.
Bekoff dan Ghosh menjelaskan bahwa gajah merupakan hewan cerdas yang memiliki kehidupan sosial dan emosional kompleks.
Dalam kondisi penangkaran yang tidak memenuhi kebutuhan perilakunya, gajah dapat menunjukkan gerakan berulang yang tidak normal, seperti berjalan mondar-mandir atau menggoyangkan tubuh terus-menerus.
Kurangnya kesempatan untuk berjalan jauh, bermain, berinteraksi dengan kelompoknya, dan beristirahat secara memadai dapat mengganggu kesejahteraan mereka.
Karena itu, penurunan permintaan wisata semacam ini dinilai sebagai perkembangan positif bagi upaya perlindungan gajah.
Persoalan serupa juga terlihat pada paus beluga dan lumba-lumba yang pernah dipelihara di Marineland Niagara, Kanada.
Setelah tempat tersebut ditutup dan menyatakan kebangkrutan pada 2024, nasib puluhan paus beluga serta empat lumba-lumba hidung botol menjadi perhatian kelompok perlindungan hewan.
Perdebatan muncul mengenai lokasi pemindahan yang tepat, terutama karena pemindahan ke fasilitas komersial lain tidak selalu menjamin kondisi hidup yang lebih baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022