Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16.49 WIB

Pimpin 44 Jemaah Umrah, Imam asal Bangladesh Tewas dalam Serangan Rudal di Riyadh

Dalam foto-foto yang diunggah ke media sosial, Mohammad Nasrullah Badar terlihat bersama jemaah asal Bangladesh lainnya saat menaiki pesawat dari Dhaka menuju Riyadh pada 10 Oktober 2026. (Facebook/Mohammad Nasrullah Badar) - Image

Dalam foto-foto yang diunggah ke media sosial, Mohammad Nasrullah Badar terlihat bersama jemaah asal Bangladesh lainnya saat menaiki pesawat dari Dhaka menuju Riyadh pada 10 Oktober 2026. (Facebook/Mohammad Nasrullah Badar)

JawaPos.com - Nasrullah Badar, seorang guru sekaligus imam berusia 37 tahun asal Bangladesh, sempat menelepon keluarganya sesaat setelah serangan Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Namun, ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Sehari kemudian, keluarganya menerima kabar bahwa Badar tewas dalam serangan tersebut.

Dilansir dari Arab News, Selasa (13/10), Badar sedang memimpin rombongan 44 warga Bangladesh yang hendak menunaikan ibadah umrah. Mereka berangkat dari Dhaka pada Sabtu (10/10) pagi dan transit selama dua jam di Bandara Internasional King Khalid sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah.

Serangan rudal Houthi menghantam area bandara pada Sabtu siang, ketika rombongan tersebut bersiap menaiki pesawat.

"Kejadian itu berlangsung saat mereka hendak naik pesawat. Ledakan terjadi tepat di sampingnya, berdasarkan cerita jemaah lain," kata kakak Badar, Mohammad Ahsan Ullah Badar, kepada Arab News.

Setelah ledakan, Badar menelepon keluarganya sebanyak dua kali. Keluarganya menerima panggilan tersebut, tetapi tidak mendengar suara apa pun dari seberang telepon.

"Kemungkinan karena luka parah, dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Kami kemudian meneleponnya kembali berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban," ujar sang kakak.

Pada malam harinya, nomor telepon Badar sudah tidak dapat dihubungi.

Keluarga Mencari ke Sejumlah Rumah Sakit

Keluarga Badar menghabiskan waktu sehari untuk mencari kabar keberadaannya. Mereka mendatangi berbagai rumah sakit, tetapi tidak menemukan informasi mengenai kondisi Badar.

"Selama satu hari penuh, kami tidak menemukan jejaknya. Kami mencari di berbagai rumah sakit, ke mana-mana, tetapi tidak menemukan apa pun," kata Mohammad Ahsan Ullah Badar.

Kabar duka akhirnya diterima pada Minggu (11/10) pukul 16.00 waktu setempat melalui Kedutaan Besar Bangladesh di Arab Saudi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Arab News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore