Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 23.51 WIB

Pasca serangan Rudal Houthi ke Riyadh, Komisi I DPR Minta KBRI Siaga Lindungi WNI di Arab Saudi 

Ilustrasi milisi bersenjata di Yaman, Houthi, yang didukung Iran. (Al-Jazeera) - Image

Ilustrasi milisi bersenjata di Yaman, Houthi, yang didukung Iran. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR Iman Sukri meminta pemerintah memperkuat perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Keterangan itu dia sampaikan pasca serangan rudal Houthi ke Riyadh di tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah. 

Menurut Iman, kondisi tersebut harus direspons cepat. Dia menekankan bahwa keamanan dan keselamatan seluruh WNI di Arab Saudi menjadi prioritas. Baik WNI yang bekerja sebagai pekerja migran maupun pelajar dan jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi.

”Kami mengikuti perkembangan eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk laporan serangan di Riyadh yang menimbulkan korban jiwa. Situasi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi,” kata dia pada Senin (12/10). 

Menurut Iman, Houthi dari Yaman ke Bandara Riyadh pada Minggu (11/10) tidak bisa dianggap sepele. Apalagi laporan menyebut 12 warga asing tewas dan 309 orang luka-luka akibat serangan itu. Dia menyebut, ketegangan yang kian memuncak menuntut perwakilan diplomasi Indonesia bertindak cepat.

”Kita tidak tahu sampai kapan konflik ini berlangsung dan bagaimana perkembangannya ke depan. Pemerintah harus mengedepankan langkah antisipatif dan jangan menunggu sampai ada WNI yang menjadi korban baru bergerak,” ujarnya.

Karena itu, legislator PKB tersebut mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan KJRI Jeddah bersiap siaga menyampaikan pembaruan situasi keamanan secara berkala. Kanal komunikasi resmi dan perhimpunan masyarakat Indonesia di Arab Saudi dituntut menjadi rujukan informasi utama.

”KBRI harus hadir sebagai sumber informasi resmi yang bisa diandalkan WNI. Pastikan warga mengetahui apa yang sedang terjadi, kemana harus menghubungi perwakilan RI, dan bagaimana memperoleh bantuan darurat,” imbuhnya.

Iman pun menekankan pentingnya pemutakhiran data kependudukan dan pemetaan lokasi konsentrasi WNI di wilayah rawan konflik secara presisi. Pendataan yang akurat dinilai sangat vital untuk mempermudah eksekusi rencana evakuasi maupun penyaluran logistik apabila kondisi keamanan memburuk secara mendadak.


”Langkah penanganan secara tepat dapat ditentukan lebih awal jika kondisi keamanan memburuk,” lanjut dia.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore