Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18.51 WIB

Sandera 13 Anak di Brasil, Pelaku Tuangkan Bensin ke Tubuh Sendiri dan Para Korban

Ilustrasi penyekapan. (Istimewa) - Image

Ilustrasi penyekapan. (Istimewa)

JawaPos.com - Seorang pria menyandera 13 anak di sebuah taman kanak-kanak di Curitiba, Brasil selatan, Jumat (9/10). Pelaku ternyata sempat mengancam dengan menyiramkan bensin ke tubuhnya sendiri dan para sandera.

Dia berulang kali mengancam akan membakar ruangan, sebelum polisi mengakhiri penyanderaan dengan operasi taktis yang menewaskan pria tersebut.

Seluruh anak berhasil diselamatkan. Pemerintah Kota Curitiba menyatakan anak-anak dan staf sekolah akan mendapatkan dukungan psikologis untuk membantu mereka menghadapi dampak dari insiden tersebut.

Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Parana, Leticia Martins, mengatakan pelaku melompati tembok sekolah CMEI Sao Braz, menerobos ruang kelas, lalu menyandera anak-anak dan sejumlah staf sekolah.

"Pelaku juga mengancam akan menuangkan bensin ke dirinya sendiri dan orang lain. Tim negosiasi kami sudah berada di lokasi, tetapi mereka tidak melihat pilihan lain selain melumpuhkannya," kata Martins dilansir dari APNews.

Martins tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana pelaku tewas. Polisi juga belum mengungkap identitas pria tersebut maupun alasan di balik aksinya.

Pelaku Ancam Bakar Ruangan Bersama Para Sandera

Situasi penyanderaan semakin berbahaya setelah pelaku menuangkan cairan yang berbau seperti bensin ke dalam ruang kelas. Ia berulang kali mengancam akan menyulut api, sehingga keselamatan anak-anak dan staf yang berada di dalam ruangan terancam.

Menurut Martins, ancaman pelaku tidak hanya ditujukan kepada para sandera, tetapi juga kepada dirinya sendiri. Pelaku mengancam menyiramkan bensin ke tubuhnya dan orang-orang di sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat polisi harus mempertimbangkan risiko kebakaran saat berupaya membebaskan para korban. Ancaman penggunaan bahan bakar di ruang tertutup berpotensi memperbesar bahaya, terutama karena anak-anak berada dalam jarak dekat dengan pelaku.

Polisi kemudian melakukan intervensi taktis setelah tim negosiasi menilai tidak ada pilihan lain yang dinilai aman untuk menghentikan ancaman tersebut.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: APNews
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore