Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 17.14 WIB

Rakun Makin Sulit Dikendalikan di Jepang, Kerugian Pertanian Tembus Rp 77,6 Miliar

Foto yang diambil sekitar Juli 2015 memperlihatkan seekor rakun di Prefektur Osaka. (Osaka Prefecture's Research Institute of Environment, Agriculture and Fisheries/Kyodo) - Image

Foto yang diambil sekitar Juli 2015 memperlihatkan seekor rakun di Prefektur Osaka. (Osaka Prefecture's Research Institute of Environment, Agriculture and Fisheries/Kyodo)

JawaPos.com - Populasi rakun di Jepang terus meluas dari wilayah pedesaan ke kawasan perkotaan. Pada saat yang sama, kerusakan pertanian akibat hewan invasif tersebut semakin meningkat dan nilainya kini mendekati Rp77,6 miliar per tahun.

Dilansir dari Kyodo, Senin (28/9), Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang mencatat kerugian akibat kerusakan tanaman pertanian yang disebabkan rakun mencapai JPY 693 juta atau sekitar Rp 77,62 miliar pada tahun fiskal yang dimulai April 2024. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan ¥334 juta atau sekitar Rp37,41 miliar satu dekade sebelumnya.

Masalah keberadaan rakun juga semakin terlihat di wilayah perkotaan.

Di Osaka, keluhan warga mengenai rakun meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Laporan yang masuk antara lain menyebut ikan mas di kolam taman dimakan dan rakun masuk ke loteng rumah.

Pemerintah Kota Osaka menerima 161 keluhan pada tahun fiskal 2023. Jumlahnya meningkat menjadi 332 pada tahun berikutnya dan mencapai 397 pada tahun fiskal 2025.

Menurut pemerintah Prefektur Osaka, rakun kini tidak hanya ditemukan di daerah pegunungan, tetapi juga di kawasan perkotaan. Wilayah persebarannya terutama meluas di bagian tengah prefektur, termasuk Kota Osaka.

Pejabat setempat menduga semakin banyak rakun yang menetap di kawasan permukiman untuk mencari makanan. Pemerintah prefektur kemudian mengimbau warga agar tidak mendekati atau memberi makan hewan tersebut.

Kerugian Pertanian Akibat Rakun Meningkat

Kerusakan pertanian akibat rakun juga semakin besar.

Di Prefektur Osaka, kerugian tanaman pertanian akibat rakun mencapai JPY 84,06 juta atau sekitar Rp9,41 miliar pada tahun fiskal 2024. Nilai tersebut dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Rakun menyumbang lebih dari 40 persen seluruh kerusakan pertanian akibat satwa liar di Osaka. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kerusakan yang disebabkan spesies lain, termasuk rusa dan babi hutan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore