
Pembangkit listrik tenaga surya di dekat Munich, Jerman, yang menargetkan tambahan kapasitas energi surya 215 GW pada 2030 (The Guardian)
JawaPos.com - Jerman menetapkan 2045 sebagai batas waktu untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil, mencakup batu bara, minyak, dan gas. Komitmen ini menjadi perubahan penting karena untuk pertama kalinya pemerintah Jerman secara eksplisit menjanjikan proses "beralih dari" bahan bakar fosil, bukan hanya mengejar target netral karbon.
Dalam peta jalan yang disahkan pemerintah pada Rabu (23/9/2026), Jerman menempatkan perluasan energi terbarukan dan elektrifikasi sebagai fondasi transisi. Porsi listrik dari energi terbarukan ditargetkan meningkat dari sekitar 55 persen menjadi 80 persen pada 2030. Pemerintah juga menargetkan tambahan 12 gigawatt pembangkit listrik tenaga angin darat serta kapasitas tenaga surya 215 gigawatt pada tahun yang sama.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (24/9/2026), target ini berjalan bersama rencana penghentian pembangkit batu bara. Jerman tetap mempertahankan target keluar dari batu bara pada 2038, tetapi membuka kemungkinan memajukannya menjadi 2035. Pemerintah juga menargetkan penurunan emisi metana sebesar 30 persen pada 2030, sesuai komitmen global yang ditandatangani pada 2021.
Perubahan kebijakan itu mendapat perhatian karena Jerman merupakan ekonomi terbesar di Eropa dan menjadi negara maju ketiga setelah Prancis dan Belanda yang menerbitkan peta jalan khusus penghapusan bahan bakar fosil. Langkah tersebut mengikuti konferensi internasional di Kolombia pada April yang mendorong negara peserta menyusun rencana penghentian penggunaan batu bara, minyak, dan gas secara menyeluruh.
Baca Juga:Kenalkan Transisi Energi ke Anak Muda di IdeaFest, Pertamina Olah Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat
Andreas Sieber, kepala strategi politik global 350.org, menyebut peta jalan itu sebagai "pergeseran penting" karena penghentian bahan bakar fosil kini menjadi tujuan kebijakan yang eksplisit. Namun, dia memperingatkan bahwa Kementerian Ekonomi dan Energi Jerman masih gencar mendorong penggunaan gas.
"Kementerian ekonomi terus menyabotase transisi dari bahan bakar fosil," kata Sieber. Dia menilai ketergantungan tersebut membuat rumah tangga dan perusahaan rentan terhadap gejolak harga, volatilitas, serta ketidakamanan geopolitik.
Mantan utusan iklim Jerman Jennifer Morgan juga menilai perubahan kebijakan perlu diterjemahkan ke sektor transportasi dan pemanas. "Mempercepat peralihan dari batu bara, minyak, dan gas menuju energi terbarukan yang bersih akan memperkuat kemandirian energi dan melindungi konsumen dari gejolak harga pada saat yang krusial," ujarnya. Namun, menurut Morgan, "peta jalan ini hanyalah garis awal."
Karena itu, elektrifikasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya. Rencana tersebut mendorong peralihan ke kendaraan listrik, penggunaan sistem pemanas berbasis listrik, serta pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri.
Reuters melaporkan, kebijakan itu juga mendorong penggunaan pompa panas untuk menggantikan sistem pemanas berbahan bakar fosil. Sementara itu, pembangkit listrik tenaga gas baru yang memperoleh pendanaan negara harus dirancang agar dapat beralih ke bahan bakar netral iklim.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022