Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 16.43 WIB

Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari Jika AS Kurangi Tekanan Militer

Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. (ANTARA/Fatemeh Bahrami via Anadolu Agency) - Image

Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. (ANTARA/Fatemeh Bahrami via Anadolu Agency)

JawaPos.com - Iran menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat mengambil langkah awal untuk mengurangi tekanan militer. Tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya Teheran menghidupkan kembali perundingan dengan Washington.

Dilansir dari Kyodo, Rabu (23/9), seorang pejabat senior pemerintah Iran mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui sejumlah mediator. Iran mengusulkan dimulainya kembali pembicaraan untuk mencapai penghentian permusuhan secara permanen antara kedua negara.

Teheran juga berencana memanfaatkan pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini untuk berkonsultasi dengan negara-negara yang berperan sebagai perantara.

Pejabat tersebut menutup kemungkinan pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela pertemuan tersebut. Namun, dia mengatakan masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan.

“Ada kemungkinan untuk bergerak menuju kesepakatan,” kata pejabat itu.

Meski demikian, dia menegaskan Washington harus menunjukkan “keseriusan dan komitmen” jika ingin kemajuan diplomasi tercapai.

Iran Minta Tekanan Militer Dikurangi

Iran menginginkan tanda-tanda bahwa Washington siap kembali ke meja perundingan serta mengambil langkah untuk mengakhiri blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan menghentikan operasi militer terkait Selat Hormuz.

Jika langkah tersebut dilakukan, Iran menyatakan siap membuka kembali jalur perairan strategis itu dalam waktu tujuh hari dan kembali ke meja perundingan.

Penekanan Teheran terhadap jalur diplomasi meningkat ketika pembatasan terhadap pelabuhan-pelabuhannya semakin menekan ekspor minyak mentah. Komoditas tersebut merupakan salah satu sumber pendapatan utama Iran.

Konfrontasi berkepanjangan juga terus mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore