Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 03.03 WIB

Rusia Dorong Penggunaan Max yang Diduga Mampu Mengawasi Puluhan Juta Rakyatnya

Rusia dorong penggunaan Max yang diduga mampu mengawasi puluhan juta rakyatnya (The Guardian) - Image

Rusia dorong penggunaan Max yang diduga mampu mengawasi puluhan juta rakyatnya (The Guardian)

JawaPos.com – Penelitian forensik yang dilakukan tim Universitas Michigan mengungkap kemampuan pengawasan canggih pada Max, aplikasi super seluler yang digunakan puluhan juta warga Rusia.

Dilansir dari laman The Guardian pada Jum'at (18/9), Menurut Roya Ensafi, profesor madya ilmu komputer di Universitas Michigan, aplikasi tersebut memiliki kemampuan yang setara dengan “pintu belakang” terhadap ekosistem aplikasi mini yang terdapat di perangkat pengguna.

Temuan penelitian menunjukkan Max dapat mengambil tangkapan layar, mengakses informasi dalam aplikasi mini, pesan dan pembayaran, serta menyamar sebagai pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Max dikembangkan oleh VKontakte dan dipromosikan pemerintah Rusia sebagai alternatif untuk Telegram dan WhatsApp, yang penggunaannya telah dibatasi di negara tersebut.

Aplikasi itu juga mengintegrasikan berbagai layanan, termasuk perbankan, komunikasi, serta layanan pemerintah, sehingga semakin banyak aktivitas warga dapat dilakukan melalui satu platform.

Peneliti menyatakan Max tidak dapat membobol Telegram atau WhatsApp yang telah terpasang di perangkat, tetapi perangkat lunak tersebut dilaporkan dapat menyuntikkan kode ke aplikasi mini dan berpotensi digunakan untuk serangan siber.

Penggunaan Max juga meluas di kalangan pegawai sektor publik, guru, mahasiswa, dan pelajar setelah adanya tekanan untuk memindahkan komunikasi ke platform tersebut.

Sejumlah pengguna mengaku memiliki kekhawatiran terhadap privasi dan pengawasan, tetapi merasa tidak memiliki banyak pilihan karena akses terhadap layanan tertentu mulai bergantung pada Max.

Ensafi menilai perkembangan Max menjadi peringatan mengenai semakin cepatnya penerapan infrastruktur komunikasi yang dikendalikan negara, sementara Max dan VKontakte telah dimintai tanggapan mengenai temuan penelitian tersebut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore