Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 00.01 WIB

Satelit Rassvet Rusia Mulai Beroperasi dari Orbit 500 Km, Ambisi Menyaingi Starlink Makin Nyata

Satelit Rassvet Rusia di orbit, Maret 2026 (Bureau 1440) - Image

Satelit Rassvet Rusia di orbit, Maret 2026 (Bureau 1440)

JawaPos.com - Rusia mulai menunjukkan kemampuan operasional jaringan komunikasi satelit Rassvet meski satelit-satelitnya belum mencapai orbit yang semula ditetapkan sekitar 800 kilometer. Sistem yang dikembangkan Bureau 1440 itu kini telah diuji dengan pengguna nyata di kawasan Arktik, menandai kemajuan penting dalam upaya Moskwa membangun jaringan internet satelit mandiri yang dapat menjangkau wilayah luas dan berpotensi mendukung kebutuhan negara serta militer.

Uji coba berlangsung pada 19 September di sebuah permukiman di Okrug Otonom Nenets, Rusia. Melalui kanal satelit Rassvet, warga dapat mengakses sistem pemungutan suara elektronik jarak jauh. Data dikirim satelit orbit rendah ke terminal pelanggan di darat, lalu diteruskan melalui Wi-Fi ke tablet pengguna. Hasil ini menunjukkan bahwa orbit sekitar 500 kilometer tetap memungkinkan sistem menjalankan fungsi komunikasinya.

Dilansir dari Militarnyi, Senin (21/9/2026), pemantauan orbit menunjukkan 13 dari 16 satelit produksi pertama yang diluncurkan pada Maret telah mencapai sekitar 506 kilometer. Dua lainnya masih berada di ketinggian 350–370 kilometer, sementara satu satelit telah masuk kembali ke atmosfer. Bureau 1440 sebelumnya mencantumkan sekitar 800 kilometer sebagai orbit sasaran dalam dokumen dan publikasinya.

Perbedaan itu belum berarti sistem gagal. Ketinggian sekitar 500 kilometer masih berada dalam rentang orbit yang digunakan jaringan Starlink. Militarnyi menilai kondisi tersebut dapat mencerminkan perubahan rencana pada tahap akhir atau kemungkinan bahwa orbit sekarang hanya menjadi tahap antara sebelum satelit kembali menaikkan ketinggiannya. Dengan demikian, keberhasilan uji di Nenets menjadi bukti bahwa jaringan sudah dapat menjalankan fungsi komunikasi meski konfigurasi akhirnya belum jelas.

Dari sisi teknis, Rassvet dikembangkan sebagai jaringan orbit rendah dengan teknologi 5G NTN untuk komunikasi antara satelit dan terminal darat, sementara hubungan antarsatelit menggunakan laser. Dalam pengujian sebelumnya, Bureau 1440 melaporkan transfer data antarsatelit hingga 1.000 kilometer dengan kecepatan mencapai 10 Gbps. Perusahaan menargetkan layanan komersial mulai 2027.

Skala yang dituju juga jauh lebih besar. Rusia sebelumnya menyebut target sekitar 250 satelit pada 2027, 730 pada 2030, dan lebih dari 900 pada 2035. Dua peluncuran pada Maret dan Juli 2026 masing-masing membawa 16 satelit. Namun, jika target itu dipertahankan, frekuensi peluncuran harus meningkat tajam karena sejauh ini peluncuran berlangsung sekitar sekali setiap empat bulan, bukan sekitar 16 satelit setiap bulan.

Ambisi tersebut membuat Rassvet relevan jauh melampaui pasar internet sipil. Sejak kehilangan akses tidak resmi ke Starlink, Rusia membutuhkan infrastruktur komunikasi yang berada di bawah kendalinya sendiri. Analisis sebelumnya menunjukkan satelit Rassvet yang sudah berada di orbit dapat menghasilkan beberapa jendela komunikasi harian di atas Ukraina. Pakar komunikasi satelit Volodymyr Stepanets menyebut jaringan itu telah memberikan "cakupan yang cukup padat" pada waktu-waktu tertentu.

Potensi militernya terletak pada kemampuan mempertahankan koneksi ketika jaringan darat tidak tersedia. Militarnyi sebelumnya menilai terminal Rassvet secara teori dapat digunakan untuk berbagai platform, termasuk kendaraan dan sistem nirawak. Akan tetapi, kemampuan itu tidak sama dengan cakupan global berkelanjutan. Dengan jumlah satelit yang masih terbatas, jaringan belum memiliki kepadatan seperti Starlink dan masih bergantung pada lintasan satelit tertentu.

Bureau 1440 sendiri menggambarkan peluncuran Maret sebagai perubahan dari tahap eksperimen menuju layanan komunikasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore