Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 03.53 WIB

Israel Gunakan Teknologi AI Untuk Memantau Perubahan Lahan Palestina dan Mempercepat Penggusuran

Israel gunakan teknologi AI untuk pantau perubahan lahan Palestina dan mempercepat penggusuran (Al-Jazeera) - Image

Israel gunakan teknologi AI untuk pantau perubahan lahan Palestina dan mempercepat penggusuran (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Perangkat kecerdasan buatan (AI) yang digunakan Israel dilaporkan berperan dalam memantau perubahan lahan dan mempercepat proses penegakan hukum terhadap bangunan Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (17/9), Salah satu perangkat yang menjadi sorotan adalah ImiSight, yang dikembangkan perusahaan pertahanan Israel Rafael dan digunakan untuk menganalisis wilayah secara luas serta mendeteksi perubahan yang kemudian dapat menjadi dasar tindakan pembongkaran.

Peneliti dan aktivis hak asasi manusia menilai penggunaan teknologi tersebut berpotensi mempercepat penggusuran paksa warga Palestina dengan mengurangi ketergantungan pada proses pengawasan manusia.

Otoritas Tanah Israel membentuk unit penegakan yang ditujukan untuk beroperasi di Tepi Barat pada April 2025, sementara teknologi berbasis AI digunakan untuk mendeteksi dugaan pelanggaran lahan.

Kelompok hak asasi manusia Israel, Peace Now, menyebut penggunaan teknologi tersebut dapat mempercepat identifikasi perubahan dan proses menuju peringatan hingga pembongkaran, terutama di Area C yang berada di bawah kendali militer dan administratif Israel.

Data Peace Now dan Kerem Navot menunjukkan penghancuran bangunan di Area C dan Yerusalem Timur meningkat 80 persen pada periode 2023-2025 dibandingkan 2010-2022, dengan rata-rata 966 bangunan dihancurkan setiap tahun pada periode tersebut.

Penggunaan AI tersebut juga didukung sistem pengawasan berbasis citra udara dan satelit yang memungkinkan pemrosesan perubahan lahan dengan lebih cepat.

Pada 2023, pemerintah Israel mengalokasikan ILS 33 juta atau sekitar Rp192,7 miliar untuk patroli pemukim serta ILS 40 juta atau sekitar Rp233,5 miliar untuk melengkapi pos-pos tersebut dengan drone dan kamera.

Para peneliti dan aktivis juga memperingatkan bahwa otomatisasi keputusan dapat mengurangi pengawasan manusia dalam proses yang berdampak langsung terhadap tempat tinggal dan keberadaan komunitas Palestina di Tepi Barat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore