
Takuro Tanimoto, profesor di Universitas Bukkyo, mengajarkan mindfulness kepada para narapidana di Okazaki, Prefektur Aichi, pada 22 Desember 2025. (Kyodo)
JawaPos.com - Penjara di Jepang mulai menggunakan mindfulness, termasuk yoga dan meditasi, sebagai bagian dari upaya membantu narapidana mengelola pikiran dan emosi mereka. Metode tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan mengendalikan diri sekaligus membantu mencegah narapidana kembali melakukan tindak pidana.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (15/9), penerapan mindfulness semakin meluas di lembaga pemasyarakatan dan fasilitas pembinaan anak di Jepang. Praktik yang menggunakan teknik seperti meditasi dan yoga untuk menenangkan pikiran tersebut dinilai berpotensi memainkan peran lebih besar setelah Jepang mengubah sistem pemidanaannya pada 2025 dengan menekankan rehabilitasi.
"Buka napas melalui hidung, lalu hembuskan. Tarik napas lagi, kemudian keluarkan perlahan," demikian instruksi yang diberikan dalam sesi meditasi di Penjara Medis Okazaki, Jepang tengah.
Tiga narapidana mengikuti instruksi tersebut dalam sebuah sesi meditasi yang merupakan bagian dari uji coba mindfulness di fasilitas tersebut. Penjara Medis Okazaki di Prefektur Aichi menampung narapidana dengan disabilitas fisik maupun mental.
Program yang berlangsung selama dua bulan itu menjadi uji coba pertama penggunaan mindfulness di penjara medis Jepang. Dalam sesi yoga dan meditasi selama sekitar 40 menit pada Desember tahun lalu, Takuro Tanimoto, profesor madya di Bukkyo University di Kyoto, membimbing para narapidana melakukan berbagai latihan untuk membantu mereka menyadari pikiran dan emosi masing-masing.
"Ada ruang yang cukup besar untuk penggunaan mindfulness secara lebih luas," kata Tanimoto yang memimpin program tersebut.
Salah seorang narapidana laki-laki berusia 40-an mengatakan teknik pernapasan yang dipelajarinya membantunya menghadapi situasi sulit tanpa selalu bergantung pada petugas penjara.
"Sebelumnya, setiap kali merasa gelisah, saya akan berbicara dengan petugas penjara yang bertanggung jawab. Sejak mempelajari teknik pernapasan ini, saya bisa menenangkan diri dan melewati saat-saat sulit sendiri," ujarnya kepada wartawan setelah sesi tersebut.
Menurut Tanimoto, mindfulness membantu seseorang mengambil jarak dari pikiran dan emosinya sehingga dapat melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Latihan seperti yoga dan meditasi juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi serta mengurangi stres.
Mindfulness berakar dari ajaran Buddha, tetapi mulai menyebar luas, terutama di Amerika Serikat, sejak 1970-an setelah diadaptasi menjadi praktik kesehatan mental tanpa unsur keagamaan. Di Jepang, metode tersebut juga telah digunakan dalam pelatihan perusahaan dan layanan kesehatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022