Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 19.03 WIB

Laporan Pentagon Ungkap Kerugian Besar AS dalam Perang Iran: Amunisi Menipis, Puluhan Pesawat Hancur

Ilustrasi rudal Tomahawk AS. (Apa). - Image

Ilustrasi rudal Tomahawk AS. (Apa).

JawaPos.com - Amerika Serikat menghadapi kerugian militer dan tekanan logistik jauh lebih besar dari yang selama ini diungkap ke publik dalam perang melawan Iran. Laporan pertama Pentagon kepada Kongres menyebut ratusan bangunan di pangkalan militer AS di Timur Tengah rusak atau hancur, lebih dari 50 pesawat mengalami kerusakan atau kehancuran.

Selain itu, laporan terbaru juga mengungkap penggunaan senjata dalam jumlah besar memicu 'strategic-level ammunition inventory shortfalls' atau kekurangan stok amunisi pada tingkat strategis.

Laporan yang dirilis Office of Inspector General (OIG) Departemen Pertahanan AS pada 14 September itu mencakup periode 1 April hingga 30 Juni tahun ini. Dokumen tersebut menjadi pengungkapan resmi pertama mengenai skala kerusakan yang dialami pangkalan militer dan fasilitas diplomatik AS selama operasi melawan Iran

Pengingat lagi, operasi militer AS dimulai pada 28 Februari. Hingga 7 April, militer AS disebut telah menjalankan sekitar 36.000 sorti tempur dan lebih dari 1.800 misi penembakan.

Operasi tersebut diarahkan untuk menghancurkan kemampuan rudal dan produksi Iran, kekuatan angkatan lautnya, sekaligus menghambat upaya Iran memperoleh senjata nuklir.

Komandan U.S. Central Command (CENTCOM) Brad Cooper mengatakan sekitar 13.500 target telah diserang.
Untuk menjalankan operasi tersebut, sekitar 50.000 personel militer AS dikerahkan ke kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat juga mempertahankan sejumlah kelompok tempur kapal induk di kawasan tersebut selama operasi berlangsung.

Skala pengerahan itu menunjukkan bahwa konflik dengan Iran menuntut mobilisasi kekuatan militer AS dalam jumlah sangat besar, sekaligus membebani persediaan senjata dan kemampuan industri pertahanan Washington.

Lebih dari 50 Pesawat AS Hancur

Laporan OIG juga mengungkap kerusakan signifikan terhadap aset militer AS.
Sedikitnya 50 pesawat dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran. Di antaranya terdapat empat jet tempur F-15, tujuh pesawat tanker pengisi bahan bakar KC-135, empat helikopter AH-6, serta sedikitnya 30 drone MQ-9 Reaper.

Kerugian manusia juga tercatat. Hingga 30 Juni, tujuh personel AS dilaporkan tewas dan lebih dari 400 lainnya mengalami luka-luka. Empat kematian tambahan kemudian terjadi pada Juli.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore