
Foto kiri: Toyoko Nakahara berbicara dalam pertemuan rutin Kamagasaki Send-off Association di Distrik Nishinari, Osaka, pada 26 Mei 2026. Kanan: Para pelayat menaburkan dupa dalam pemakaman yang diselenggarakan oleh Kamagasaki Send-off Association di Distrik Nishinari, Osaka. (Kyodo)
JawaPos.com - Di kawasan Nishinari, Osaka, Jepang, para lansia yang tidak memiliki keluarga untuk diandalkan membentuk komunitas agar tidak menghadapi akhir hidup dalam kesepian. Mereka bahkan mengatur pemakaman sejak masih hidup dan berkomitmen hadir untuk mengantar sesama anggota ketika meninggal.
Pada sebuah pemakaman di akhir Mei, sekitar 45 orang berkumpul di sebuah pusat komunitas di Nishinari. Dilansir dari Kyodo, Sabtu (12/9), seorang pria menangis di depan altar sambil berkata, "Mengapa kamu harus meninggalkan kami begitu cepat?" Para pelayat kemudian meletakkan bunga krisan putih di atas peti jenazah sebagai penghormatan terakhir kepada sesama anggota komunitas.
Komunitas bernama Kamagasaki Miokuri no Kai atau Kamagasaki Send-off Association tersebut dibentuk untuk memastikan warga yang tidak memiliki kerabat dekat tetap mendapatkan akhir kehidupan yang bermartabat dan pemakaman yang layak.
Kelompok sukarelawan itu berdiri pada Februari 2012 atas prakarsa Yoshihiro Sugimoto, yang kini berusia 82 tahun. Pendeta Buddha Toyoko Nakahara, 65, kemudian mengambil alih kepemimpinan pada April setelah beberapa tahun terlibat dalam kegiatan kelompok tersebut.
Nakahara pertama kali mengetahui aktivitas komunitas itu melalui sebuah program televisi pada 2018. Ia kemudian tertarik dengan misi kelompok tersebut.
"Meninggal sendirian adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa pun," kata Nakahara. "Saya ingin terlibat dalam kehidupan dan kematian orang-orang."
Asosiasi tersebut terutama melayani warga Nishinari yang menerima bantuan sosial. Anggota membayar iuran 100 yen atau sekitar Rp11.400 per bulan. Saat ini terdapat sekitar 100 anggota, termasuk sukarelawan.
Sekitar 70 anggota telah menandatangani perjanjian yang memberikan wewenang kepada asosiasi untuk menangani pemakaman dan berbagai urusan mereka setelah meninggal.
Setiap anggota membawa kartu yang mencantumkan agama yang dianut serta informasi kontak Nakahara dan anggota kelompok lainnya. Ketika seorang anggota meninggal di rumah sakit atau fasilitas lain, pihak asosiasi akan dihubungi.
Sebagian biaya pemakaman ditanggung melalui bantuan yang tersedia ketika penerima kesejahteraan sosial meninggal. Rumah duka yang mendukung kegiatan kelompok juga menyediakan altar dan bunga secara gratis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022