Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 16.52 WIB

Lansia Osaka Bentuk Komunitas agar Tak Mati dalam Kesepian dan Kesendirian

Foto kiri: Toyoko Nakahara berbicara dalam pertemuan rutin Kamagasaki Send-off Association di Distrik Nishinari, Osaka, pada 26 Mei 2026. Kanan: Para pelayat menaburkan dupa dalam pemakaman yang diselenggarakan oleh Kamagasaki Send-off Association di Distrik Nishinari, Osaka. (Kyodo) - Image

Foto kiri: Toyoko Nakahara berbicara dalam pertemuan rutin Kamagasaki Send-off Association di Distrik Nishinari, Osaka, pada 26 Mei 2026. Kanan: Para pelayat menaburkan dupa dalam pemakaman yang diselenggarakan oleh Kamagasaki Send-off Association di Distrik Nishinari, Osaka. (Kyodo)

JawaPos.com - Di kawasan Nishinari, Osaka, Jepang, para lansia yang tidak memiliki keluarga untuk diandalkan membentuk komunitas agar tidak menghadapi akhir hidup dalam kesepian. Mereka bahkan mengatur pemakaman sejak masih hidup dan berkomitmen hadir untuk mengantar sesama anggota ketika meninggal.

Pada sebuah pemakaman di akhir Mei, sekitar 45 orang berkumpul di sebuah pusat komunitas di Nishinari. Dilansir dari Kyodo, Sabtu (12/9), seorang pria menangis di depan altar sambil berkata, "Mengapa kamu harus meninggalkan kami begitu cepat?" Para pelayat kemudian meletakkan bunga krisan putih di atas peti jenazah sebagai penghormatan terakhir kepada sesama anggota komunitas.

Komunitas bernama Kamagasaki Miokuri no Kai atau Kamagasaki Send-off Association tersebut dibentuk untuk memastikan warga yang tidak memiliki kerabat dekat tetap mendapatkan akhir kehidupan yang bermartabat dan pemakaman yang layak.

Kelompok sukarelawan itu berdiri pada Februari 2012 atas prakarsa Yoshihiro Sugimoto, yang kini berusia 82 tahun. Pendeta Buddha Toyoko Nakahara, 65, kemudian mengambil alih kepemimpinan pada April setelah beberapa tahun terlibat dalam kegiatan kelompok tersebut.

Nakahara pertama kali mengetahui aktivitas komunitas itu melalui sebuah program televisi pada 2018. Ia kemudian tertarik dengan misi kelompok tersebut.

"Meninggal sendirian adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa pun," kata Nakahara. "Saya ingin terlibat dalam kehidupan dan kematian orang-orang."

Asosiasi tersebut terutama melayani warga Nishinari yang menerima bantuan sosial. Anggota membayar iuran 100 yen atau sekitar Rp11.400 per bulan. Saat ini terdapat sekitar 100 anggota, termasuk sukarelawan.

Sekitar 70 anggota telah menandatangani perjanjian yang memberikan wewenang kepada asosiasi untuk menangani pemakaman dan berbagai urusan mereka setelah meninggal.

Setiap anggota membawa kartu yang mencantumkan agama yang dianut serta informasi kontak Nakahara dan anggota kelompok lainnya. Ketika seorang anggota meninggal di rumah sakit atau fasilitas lain, pihak asosiasi akan dihubungi.

Sebagian biaya pemakaman ditanggung melalui bantuan yang tersedia ketika penerima kesejahteraan sosial meninggal. Rumah duka yang mendukung kegiatan kelompok juga menyediakan altar dan bunga secara gratis.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore