
Ilustrasi metrologi kuantum, sains presisi yang diam-diam menopang teknologi dunia dan kini menjadi taruhan besar Tiongkok / Foto: (Futura)
JawaPos.com — Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok selama ini identik dengan perebutan cip canggih, kecerdasan buatan, dan mineral tanah jarang. Namun, di balik pertarungan tersebut terdapat bidang yang jauh lebih sunyi tetapi berpotensi memengaruhi arah teknologi global: metrologi kuantum.
Beijing kini mendorong pengembangannya sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan pengaruhnya terhadap standar pengukuran yang akan menopang industri masa depan.
Sebagai informasi, metrologi kuantum adalah ilmu pengukuran yang memanfaatkan prinsip fisika kuantum untuk mencapai tingkat ketelitian yang melampaui metode konvensional. Penerapannya mencakup giroskop kuantum untuk navigasi tanpa GPS, jam atom untuk menyelaraskan jaringan komunikasi, hingga sensor yang mampu mendeteksi perubahan material pada skala sangat kecil. Presisi semacam ini juga penting dalam pembuatan cip karena kesalahan pengukuran sekecil nanometer dapat memengaruhi hasil produksi dan penelitian.
Metrologi mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, setiap cip, satelit, perangkat medis, hingga sensor iklim bergantung pada pengukuran yang akurat. Futura menjelaskan bahwa metrologi memastikan satu nanometer benar-benar setara dengan satu nanometer dan sebuah prosesor bekerja sesuai rancangan hingga skala atom. Ketika sirkuit semakin kecil dan teknologi kuantum berkembang, kebutuhan terhadap presisi tersebut ikut meningkat.
Dilansir dari Futura, Senin (7/9/2026), Beijing menempatkan metrologi sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat kemampuan teknologi hingga 2030. Rencana yang diterbitkan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok menargetkan lebih dari 50 teknologi metrologi dasar, 20 acuan pengukuran kelas dunia, serta 100 instrumen dan material referensi baru.
Di pusat strategi itu terdapat metrologi kuantum, yang memanfaatkan prinsip fisika kuantum untuk menghasilkan pengukuran melampaui kemampuan metode konvensional. Tiongkok menargetkan pengembangan giroskop kuantum untuk navigasi tanpa GPS, sisir frekuensi optik berukuran mini untuk mengukur frekuensi cahaya secara sangat presisi, serta pengukuran skala nanometer untuk memeriksa kinerja cip.
Langkah tersebut bukan sekadar pembangunan laboratorium. Tujuan yang lebih besar adalah mengurangi ketergantungan pada lembaga dan standar pengukuran yang selama ini banyak dipengaruhi negara-negara Barat. Futura menilai strategi Beijing pada akhirnya diarahkan untuk ikut menentukan aturan teknis yang digunakan dalam pengukuran dan sertifikasi teknologi masa depan.
Signifikansinya terlihat dari persaingan dengan Washington. South China Morning Post melaporkan rencana Tiongkok itu muncul ketika AS memperketat pembatasan ekspor cip canggih dengan alasan keamanan nasional, sementara Beijing menggunakan pengaruhnya atas mineral tanah jarang melalui pembatasan ekspor.
Dalam rencana tersebut, pemerintah Tiongkok menyatakan, “Pada 2030, kemampuan dasar metrologi akan ditingkatkan secara menyeluruh, dengan terobosan penting pada lebih dari 50 teknologi inti metrologi.”
Amerika Serikat sendiri tidak mengabaikan bidang ini. Program CHIPS for America, yang berada di bawah National Institute of Standards and Technology (NIST), pada April 2024 membuka peluang pendanaan senilai USS 54 juta atau sekitar Rp952,6 miliar dengan kurs Rp17.640 per dolar AS untuk layanan pengukuran, metrologi manufaktur, dan pengembangan fasilitas uji metrologi semikonduktor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
