
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8) pagi seiring meredupnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Investing pada pukul 08:29 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun atau 0,30 poin atau 0,34 persen ke level 88,23 dollar per barel atau naik jika dibandingkan dengan perdagangan jumat (21/8) pagi sebesar 86,53 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,27 poin atau 0,32 persen ke level 83,23 dollar per barel atau naik jika dibandingkan dengan perdagangan Rabu pagi sebelumnya sebesar 81,96 dollar per barel.
Baca Juga:Prediksi Skor Lille vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Melansir Bloomberg, Presiden AS Donald Trump dikabarkan mengatakan kepada para mediator bahwa dia tidak berminat untuk kembali pada ketentuan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada Juni.
Hal tersebut menutup harapan kesepakatan pembagian pendapatan antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz dapat segera membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas dengan Washington, yang memungkinkan lebih banyak pasokan melintasi jalur perairan tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada Kamis sebelumnya bahwa AS tidak sedang bernegosiasi dengan Iran dan bahwa blokade akan tetap berlaku.
“Sudah ada banyak upaya gencatan senjata yang gagal sebelumnya, sehingga pasar enggan bergerak terlalu dini,” kata Saul Kavonic, analis energi senior di MST Marquee.
Sementara itu, sejumlah minyak mentah tampaknya mulai mengalir dari Teluk Persia. Sekitar 6 juta hingga 8 juta barel per hari kini dikirim melalui jalur perairan tersebut, menurut perkiraan para trader yang terlibat dalam dan memantau aktivitas pengiriman kargo.
Peningkatan tersebut membantu menjaga harga minyak mentah global tetap terkendali. Citra satelit menunjukkan bahwa Arab Saudi tampaknya meningkatkan aktivitas pemuatan minyak di dalam Teluk Persia.
Hal ini menjadi tanda bahwa eksportir minyak mentah terbesar dunia tersebut mengalihkan rute pengirimannya di tengah ancaman dari militan Houthi Yaman terhadap ekspor minyaknya melalui Laut Merah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022