
Turbin angin berputar di kawasan pedesaan dekat London, Ontario, Kanada, pada 26 Februari 2026 (CNA)
JawaPos.com - Kanada menyiapkan salah satu proyek energi bersih terbesar dalam sejarah Amerika Utara, dengan nilai investasi hampir 70 miliar dolar kanada atau sekitar USD 50,5 miliar. Dengan kurs Rp17.830 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp900 triliun. Rencana ini diarahkan untuk memperbesar pembangkit listrik tenaga air dan angin di wilayah timur Kanada sekaligus memperkuat jaringan listrik lintas provinsi dan perbatasan.
Kesepakatan awal tersebut melibatkan pemerintah Perdana Menteri Mark Carney, Provinsi Quebec, serta Newfoundland dan Labrador. Pemerintah federal Kanada menyebut proyek itu sebagai "investasi energi bersih terbesar dalam sejarah Amerika Utara". Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan transisi energi, tetapi juga dengan peningkatan kapasitas listrik domestik ketika kebutuhan energi di kawasan Amerika Utara terus berkembang.
Dilansir dari CNA, Selasa (18/8/2026), proyek utama mencakup peningkatan kapasitas pembangkit Churchill Falls serta pembangunan proyek tenaga air baru di Gull Island. Keduanya berada di Labrador, di pesisir Atlantik Kanada. Sebagian listrik yang dihasilkan akan dialirkan ke Quebec, sementara perusahaan utilitas Hydro-Québec selama ini juga menjual listrik dalam jumlah besar ke wilayah timur laut Amerika Serikat.
Dengan demikian, proyek ini memiliki dimensi yang lebih luas daripada pembangunan pembangkit semata. Infrastruktur listrik yang diperbesar dapat memperkuat posisi Kanada sebagai pemasok energi bersih di pasar regional, terutama ketika kebutuhan akan listrik rendah emisi meningkat. Arus listrik lintas wilayah juga membuat investasi tersebut terkait langsung dengan integrasi pasar energi Kanada dan Amerika Serikat.
Jika terealisasi, skala produksinya akan sangat besar. Carney mengatakan kapasitas listrik yang dihasilkan akan "cukup untuk menerangi, menghangatkan, dan mendinginkan rumah-rumah di Toronto, Montreal, dan Vancouver secara gabungan." Pernyataan itu menggambarkan besarnya tambahan pasokan yang ditargetkan dari proyek di Labrador.
Namun, ambisi tersebut menghadapi risiko politik. Pada seremoni penandatanganan di Newfoundland, Premier Quebec Christine Fréchette mengakui kesepakatan itu dapat dibatalkan jika Parti Québécois, partai separatis yang menjadi lawan politiknya, memenangkan pemilihan provinsi pada Oktober. CNA melaporkan hasil jajak pendapat saat ini menunjukkan partai tersebut berpeluang menang.
Karena itu, status kesepakatan masih menjadi faktor penting. Rencana bernilai puluhan miliar dolar tersebut belum otomatis menjamin pembangunan akan berlangsung sesuai target. Ketidakpastian politik di Quebec dapat memengaruhi kelanjutan proyek dalam beberapa bulan mendatang, sehingga keberhasilan investasi bergantung bukan hanya pada pendanaan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesinambungan dukungan pemerintah daerah.
Langkah Carney juga memiliki dimensi politik nasional. Sejak menjabat tahun lalu, dia mendapat kritik dari kelompok yang berfokus pada lingkungan karena dinilai mengingkari komitmen iklim yang sebelumnya didukung Justin Trudeau. Seorang anggota kabinetnya bahkan mengundurkan diri tahun lalu terkait rencana pembangunan jalur pipa minyak baru dari Alberta menuju pantai Pasifik.
Meski demikian, rencana energi bersih tersebut mendapat sambutan dari Canadian Climate Institute. Lembaga itu menilai proyek tersebut menunjukkan "tingkat ambisi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kanada menggandakan jaringan listrik dengan energi bersih." Presiden lembaga tersebut, Rick Smith, juga mengatakan peningkatan pasokan energi bersih domestik akan "meningkatkan ketahanan dan keterjangkauan energi pada saat harga energi mengalami gejolak."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022